
Sebagai salah satu upaya membantu warga yang terdampak Covid-19 serta membantu dalam percepatan penurunan stunting, Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulungagung melaksanakan Kegiatan Penanganan Kerawanan Pangan Kewenangan Kabupaten/Kota Tahun 2022 dengan sosialisasi dan pembagian bantuan balita stunting, balita gizi kurang dan balita gakin bagi warga Desa Bendilwung dan Desa Tambakrejo yang digelar di pendopo Balai Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol, Selasa (26/7/2022) mulai pukul 11.30 WIB.


Acara diawali dengan sambutan selamat datang oleh Kepala Desa Bendilwungu, Mohamad Soleh yang disambung oleh Camat Sumbergempol, Drs. Mundiyar. Selanjutnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Drs. Agus Suswantoro, S.Sos., M.Si.

Dalam laporannya disampaikan bahwa Jumlah target sasaran dan lokus stunting tahun 2022 telah ditetapkan berdasarkan hasil Rembug Stunting bulan timbang pada bulan September 2021 dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk menentukan balita target sasaran di lokus yang telah ditetapkan.

Adapun sasaran bantuan untuk anak balita di Desa Bendilwungu sejumlah 42 paket dan untuk Desa Tambakrejo sejumlah 26 Paket. Tiap balita target sasaran mendapatkan 1 paket bantuan yang berisikan 6 kg beras fortivit, 5 kg telur ayam ras, 2 kg gula pasir dan 1 botol kecap manis.
Secara keseluruhan pada tahun 2022 ini, Dinas Ketahanan Pangan memberikan bantuan intervensi balita stunting, balita gizi kurang dan balita gakin dengan lokasi desa/kelurahan:
- Desa Krosok Kecamatan Sendang untuk 24 anak;
- Desa Dono Kecamatan Sendang untuk 9 anak;
- Desa Wates Kecamatan Sumbergempol untuk 41 anak;
- Desa Trenceng Kecamatan Sumbergempol untuk 21 anak;
- Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol untuk 42 anak;
- Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol untuk 26 anak;
- Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung untuk 31 anak;
- Desa Tenggur Kecamatan Rejotangan untuk 44 anak;
- Desa Pojok Kecamatan Ngantru untuk 25 anak; dan
- Desa Samar Kecamatan Pagerwojo untuk 9 anak.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo menyampaikan bahwa masalah penanganan balita stunting saat ini menjadi agenda/prioritas utama dari pemerintah dalam rangka menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan terampil. Penanganan stunting, juga menjadi isu utama dari isu strategis gerakan PKK. Banyak hal yang mempengaruhi terjadinya stunting terhadap anak, salah satu diantaranya adalah kurangnya pemenuhan gizi yang cukup, baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga pertumbuhan balita menjadi terhambat baik fisik maupun kecerdasannya. Untuk mewujudkan tumbuh kembang anak secara optimal harus dimulai sejak anak usia dini dengan dipantau perkembangan kesehatan dan pemenuhan gizinya sesuai perkembangan usianya.
Sejalan dengan masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendukung penuh terhadap upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan balita stunting dengan melibatkan berbagai lintas sektor, lintas program, lembaga masyarakat yang salah satunya adalah melalui Dinas Ketahanan Pangan dengan melaksanakan sosialisasi dan pembagian bantuan intervensi stunting, dengan sasaran balita gizi kurang dan balita gakin. Adapun untuk wilayah kecamatan sumbergempol, bantuan akan diserahkan untuk Desa Wates dengan sasaran 41 anak dan Desa Trenceng dengan sasaran 21 anak.

Ny. Siyuk berharap agar bantuan yang disampaikan ini benar-benar dimanfaatkan sesuai sasaran, yaitu untuk konsumsi balita stunting, sehingga mereka dapat terbebas dari stunting dan dapat bertumbuh kembang dengan normal sesuai dengan harapan.
Selanjutnya bantuan yang disampaikan tadi, hanya merupakan stimulus saja, oleh karena itu, baik dari pihak kecamatan maupun desa, agar berupaya untuk menggalang berbagai usaha guna mencukupi gizi balita dimaksud, misalnya :
1. Memanfaatkan Pokjanal Posyandu atau Pokja Posyandu di tingkat desa untuk mendukung perkembangan Posyandu, karena salah satu fungsi dan peranan Posyandu adalah layanan dasar kesehatan warga utamanya bayi dan balita. penggalangan partisipasi masyarakat misalnya untuk PMT balita serta mendorong balita rajin datang ke Posyandu pada saat buka Posyandu, sehingga tumbuh kembang anak dapat terpantau, dan jika terdapat masalah dapat segera teratasi.
2. Terkait dengan upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga, agar warga mampu menyediakan bahan makan yang berkualitas, maka diupayakan tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif bagi warga desa khususnya keluarga yang mempunyai balita stunting, hal ini dilakukan dengan melihat potensi desa serta dukungan dari lintas sektor terkait, dari pemerintah desa, misalnya melalui ADD agar menyusun kegiatan yang arahnya untuk pemberdayaan ekonomi produiktif, juga anggaran untuk kegiatan PMT balita, seperti pemberian susu dan vitamin, dan sebagainya.
3. Menggalang partisipasi/gotong royong masyarakat khususnya masyarakat yang mampu, untuk menangani balita stunting dimaksud.
Lebih lanjut Ny. Siyuk menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan yang rutin memberikan bantuan dalam rangka penanganan balita stunting. meskipun dengan anggaran terbatas, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya balita stunting.
Ny. Siyuk juga berharap adanya peran aktif dari gerakan PKK, baik tingkat kecamatan maupun desa, melalui kegiatan :
Pokja I :
pola asuh anak dengan penuh cinta kasih, sehingga apabila anak mengalami suatu permasalahan, dapat segera teratasi.
Pokja II :
melalui kegiata UP2K PKK, pelatihan mengolah makanan sehat dan bergizi
Pokja III :
melalui program pemanfaatan tanah pekarangan sebagai salah satu sumber gizi keluarga.
Pokja IV :
peningkatan peran dan fungsi posyandu.
Diakhir sambutan, Ny. Siyuk mengingatkan bahwa untuk menyiapkan anak balita guna menyongsong masa depan sesuai yang diharapkan, harus dilakukan sejak dini, jangan sampai lengah, dengan merawat anak-anak sebaik-baiknya, karena anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan. Apabila sekarang merawat mereka dengan baik, maka kelak mereka yang akan merawat bangsa. Dengan rasa optimis, kerjasama dan kerja keras, serta program yang berkelanjutan, mudah-mudahan harapan ini akan terwujud.
Usai acara seremonial, dilaksanakan pembagian paket bantuan secara simbolis dengan perwakilan untuk masing-masing desa sejumlah 3 anak balita serta dilanjutkan dengan pembagian bantuan kepada seluruh sasaran oleh petugas yang telah ditunjuk.

Turut hadir pada kegiatan ini, Unsur Ketua Bidang, Unsur Staf Ahli, Unsur Bidang Umum serta Unsur Pokja TP-PKK Kabupaten Tulungagung; Ketua TP-PKK Kecamatan Sumbergempol, Ketua TP-PKK Desa Bendilwungu; Kepala Desa Tambakrejo beserta Ketua TP-PKK Desa Tambakrejo; serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.











