VIDEO CONFERENCE PERTEMUAN WRAP UP PROGRAM PAMSIMAS TAHUN 2008-2022 BERSAMA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Senin,(29/08/2022). Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo,MM dan Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo,SE mengikuti acara Pertemuan Wrap Up Program Penyediaan Air dan Sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun 2008-2022 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), secara virtual melalui Video Converence mulai pukul 14.00 WIB.

Turut hadir mengikuti Video Converence Pertemuan Wrap Up Program Pamsimas Kementerian PUPR pada siang hari ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs.Sukaji, M.Si beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung terkait, yakni Plt. Kepala Bappeda, Erwin Novianto,ST,MT,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dwi Hary Subagyo, S.STP, M.Si, Plh.Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dra.Dwi Ambarwati,MM, Plt.Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Drs.Sugiyanto,MM, Kepala Dinas Kesehatan, dr.Kasil Rokhmad,MMRS serta perwakilan dari PDAM Tulungagung.

Dari tempat acara, Auditorium Kementerian PUPR Jakarta, Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Anang Muchlis selaku Ketua panitia pelaksana, dalam laporannya menyampaikan Tema cara Pertemuan Wrap Up Pamsimas hari ini adalah “Air Milik Kita Bersama”.

Selanjutnya beliau menjelaskan Program Pamsimas merupakan upaya Pemerintah dalam menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia, sejalan dengan upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air minum yang aman dan terjangkau pada tahun 2030.

Dilaporkan juga bahwa hingga akhir tahun 2021, Program Pamsimas telah memenuhi sejumlah Key Performance Indicators (KPI) diantaranya:

  1. Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak mencapai 24,5 juta jiwa, dari target yang ditetapkan sebanyak 22,1 juta jiwa;
  2. Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak mencapai 16,4 juta jiwa, dari target yang ditetapkan sebanyak 14,9 juta jiwa;
  3. Persentase Desa/Kelurahan dengan sarana air minum yang layak dikelola dan dibiayai secara efektif mencapai angka 92,2 persen, dari target yang ditetapkan sebesar 90 persen.

Lebih lanjut disampaikan, Pamsimas merupakan program bersama antara Kementerian PUPR, Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), yang menargetkan akses terhadap air minum kategori aman mencapai 100 persen sesuai SDGs pada tahun 2030.

Dalam pertemuan ini, dilaporkan pula pendanaan Program Pamsimas dari tahun 2008 hingga 2021 yang mencapai total investasi sebesar Rp.14,4 triliun, terdiri dari porsi APBN sebesar Rp. 8,32 triliun atau 57,8 persen. Sedangkan pembiayaan lainnya bersumber dari APBD, APBDes, Masyarakat, Swasta dan lainnya sebesar 42,2 persen atau sekitar Rp.6,08 triliun.

Adapun hasil dari Program Pamsimas sampai saat ini telah terbangun 35.095 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa/Kelurahan di seluruh Indonesia dengan total sambungan rumah mencapai 4,4 juta sambungan.

Di akhir laporannya beliau mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai pihak sehingga Program Pamsimas dapat berjalan dengan baik, termasuk dukungan manajemen dan juga pekerja lapangan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mohammad Basuki Hadimuljono yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dapat memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat dalam mengakses air minum berkualitas baik.

Selanjutnya beliau menyampaikan, Program Pamsimas dilaksanakan sejak tahun 2008 dan kini telah menambah 24,5 juta akses air minum masyarakat di 35.928 desa/kelurahan pada 408 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan pelaksanaan program Pamsimas yang masih berlanjut. Hal ini tentunya memerlukan dukungan, komitmen, kerjasama dan kolaborasi yang baik dari para pemangku kepentingan terkait, baik di tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai dengan Desa/Kelurahan. Pemerintah Indonesia, berkomitmen untuk mendorong terwujudnya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6 yaitu “Menjamin Ketersediaan serta Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi yang berkelanjutan untuk semua melalui penyediaan akses air minum dan sanitasi yang layak dan aman.”

Lebih lanjut beliau menerangkan, dalam Rencana Strategis Kementerian PUPR tahun 2020-2024 dinyatakan bahwa tujuan pembangunan infrastruktur pemukiman adalah meningkatnya pemenuhan infrastruktur pemukiman yang layak dan aman dengan target 100 persen akses air minum layak dan 90 persen akses terhadap sanitasi. “Pemerintah senantiasa berupaya untuk tetap menyediakan layanan akses air minum dan sanitasi yang sejalan dengan penyediaan lapangan kerja dan mempertahankan daya beli masyarakat,” tutur beliau

error: Content is protected !!