
Senin (10/10/2022) Intensitas hujan yang terjadi beberapa hari kemarin yang tinggi mengakibatkan sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Tulungagung mengalami banjir dan tanah longsor. Diantaranya di Kecamatan Bandung, Besuki dan Campurdarat. Sekaligus akses warga setempat pun terganggu dan obyek wisata yang rusak.

Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE bersama Kapolres Tulungagung AKBP. Eko Hartanto, S.I.K,M.H, Dandim 0807 Tulungagung Letkol. Czi. Nooris Agus Rinanto S.I.P, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung Drs. Bambang Ernawan, Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung Robinson P. Nadeak, SH, MH, Forkopimcam Bandung dan Forkopimcam Besuki melaksanakan peninjauan lokasi dampak bencana alam banjir dan tanah longsor mulai pukul 09.00 WIB.
Adapun lokasi yang dikunjungi yaitu Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung, Desa Tanggulturus Kecamatan Besuki dan Desa Keboireng Kecamatan Besuki. Kondisi ini lantas menjadi perhatian pemerintah kabupaten Tulungagung.

Yang pertama dikunjungi adalah mengecek lokasi dampak tanah gerak di Dukuh Bergolo Dusun Krajan RT 5 RW 3 desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung dan juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako dan selimut serta pakaian.

Sebelum melaksanakan tinjauan di lokasi bencana, rombongan melaksanakan rapat koordinasi di Balai Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung tentang mitigasi bencana sejak dini. Terlebih di lokasi rawan tanah gerak seperti di Desa Talun Kulon, agar tidak ada korban jiwa dan perekonomian warga tetap berjalan.

Yang kedua ke desa Tanggul Turus Kecamatan Besuki yaitu melihat dampak banjir bandang yang mengakibatkan tanggul sungai longsor dan jembatan yang ambles. Selanjutnya mengecek lokasi obyek wisata Pantai Gemah di Desa Keboireng Kecamatan Besuki.

Setelah peninjauan di Pantai Gemah dilanjutkan dengan rapat koordinasi tentang penanganan bencana dan mitigasi bencana di Kantor Kecamatan Besuki.
Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE menghimbau kepada masyarakat di lokasi titik rawan bencana untuk lebih meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi seperti sekarang ini.











