PENINJAUAN GEREJA MENJELANG NATAL TAHUN 2022

Sabtu (24/12/2022) Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM bersama Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, Kapolres Tulungagung AKBP. Eko Hartanto, SIK, MH, Dandim 0807 Tulungagung Letkol. Czi. Nooris Agus Rinanto S.I.P, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, Perwakilan Kejaksaan Negeri Tulungagung, Perwakilan Pengadilan Negeri Tulungagung dan FKUB Tulungagung melaksanakan kunjungan ke Gereja yang melaksanakan kegiatan menyongsong Natal tahun 2022 mulai pukul 19.00 WIB.

Adapun gereja yang dikunjungi antara lain :

  1. Gereja Kristen Jawi Wetan di Jl. I Gusti Ngurah Rai Kelurahan Jepun Kecamatan Tulungagung;
  2. Gereja Katolik Santa Maria di Jl. A. Yani Timur Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Tulungagung;
  3. Gereja Kristen Indonesia di Jl. Panglima Sudirman Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung.

Dalam sambutannya Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM menyampaikan merasa sangat berbahagia berada di tengah-tengah Keluarga Besar Umat Kristiani, dalam rangka sukacita Natal dan atas nama pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta atas nama pribadi dan keluarga, menyampaikan Selamat merayakan Hari Natal kepada segenap umat kristiani di Kabupaten Tulungagung dan Selamat menyongsong Tahun Baru 2023.

Tak lupa, apresiasi positif juga disampaikan kepada panitia penyelenggara, yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan ini, semoga kegiatan ini mampu memberikan manfaat bagi kita semua, terutama bagi peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga Tuhan memberkati kita semua dan semoga dengan dilaksanakan Natal tahun 2022 ini, dapat membawa kedamaian serta kesejahteraan bagi umat Kristiani khususnya dan juga masyarakat Kabupaten Tulungagung pada umumnya.

Suasana natal, sebagaimana yang dirasakan oleh umat kristiani saat ini adalah suasana damai dan penuh kerukunan, sesungguhnya hal ini merupakan cita-cita kita semua untuk menciptakan suatu tata dunia yang damai, adil dan harmonis. dunia yang bebas dari konflik, kekerasan, penindasan dan peperangan. Dalam suasana seperti itu, umat manusia hidup dengan penuh persaudaraan, saling mencintai dan bersama-sama berbuat kebajikan, demi kebahagiaan umat manusia. Inilah cita-cita kemanusiaan yang hakiki, yang harus dihadirkan dalam merayakan natal.

Perlu disadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk terdiri dari beberapa suku, agama, etnis, bahasa dan budaya. tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu, kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai perbedaan masing-masing. Kemajemukan bangsa harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur, keragaman yang kita miliki harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, pluralisme pada akhirnya akan mengantar agama-agama untuk kembali pada panggilan dasarnya yaitu memperjuangkan perdamaian dan kesejahteraan, agar bumi ini menjadi tempat yang layak dihidupi bersama dan harus dijaga dan kita selamatkan bersama.

Diharapkan pula agar peringatan Natal tahun ini dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan kesederhanaan, hindari dan jauhkan perilaku-perilaku konsumtif dan pemborosan, yang hanya akan membuat bangunan ekonomi kita rapuh. Dan yang tidak kalah penting adalah upaya kita untuk semakin dekat dengan sang pemberi hidup bagi manusia, melalui perubahan dan pembaharuan pola hidup ke arah yang lebih baik.

Selanjutnya disampaikan pula kepada para tokoh agama dan umat kristiani, agar dapat menjadi pelopor pemersatu bangsa, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk didalamnya mendukung lewat doa dan partisipasi aktif berbagai kebijakan dan program pemerintah, demi terwujudnya Kabupaten Tulungagung yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera.

Bupati Tulungagung juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tulungagung pada umumnya dan umat Kristiani khususnya, untuk ikut berperan aktif membantu mensukseskan berbagai program pemerintah Kabupaten Tulungagung sesuai dengan tugas, bidang dan profesinya masing-masing, agar tercipta Tulungagung yang Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto, sesuai harapan kita bersama.

Untuk pelaksanaan kegiatan di masing-masing gereja pada malam ini berjalan lancar dan aman. Kapolres Tulungagung AKBP. Eko Hartanto, SIK, MH juga menyampaikan bahwa pengamanan di gereja-gereja di Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 106 gereja dengan jumlah petugas keamanan sebanyak 690 orang personil. Mengharapkan kepada para petugas untuk berkomunikasi dengan panitia pelaksana di masing-masing gereja.

error: Content is protected !!