LAUNCHING PROGRAM Z-MIE GAESS BAZNAS KABUPATEN TULUNGAGUNG

Selasa, (28/11/2023), bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, mulai pukul 09.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung melaksanakan Launching Program Z-Mie Gaess Baznas Tulungagung.

Acara yang dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si ini diawali dengan pemberian santunan kepada 10 perwakilan anak yatim piatu, yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung bersama Ketua Baznas Kabupaten Tulungagung KH. Samsul Umam.

Selanjutnya, Ketua Baznas Kabupaten Tulungagung KH. Samsul Umam yang sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara dalam laporannya menyampaikan, bahwa Program Z-Mie Gaess ada kepanjangannya (Z-Mie itu adalah produk mie dari dana zakat, sedangkan GAESS itu kepanjangannya adalah Gerakan Ajakan Empati Senang Sedekah).
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa ini adalah salah satu program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam rangka ikut serta mendukung Program Pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan setelah itu dibiarkan saja. Lebih dari itu, Baznas merancang program ini mulai dari hulu ke hilir. Program ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penjaringan mustahik, pelatihan, pemberian modal dan pendampingan selama 1 (satu) tahun sampai mustahik benar-benar mampu menopang ekonomi mereka dan keluar dari jurang kemiskinan. Semua tahapan ini merupakan bentuk keseriusan BAZNAS menjaga amanah dari muzaki dan memastikan dana zakat, infak dan sedekah yang telah dititipkan di Baznas Tulungagung tepat sasaran sesuai dengan ketentuannya.

Sambutan Pj. Bupati Tulungagung yang dalam hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si menyampaikan, 0engelolaan zakat sampai hari ini terus berkembang dan menuju ke arah kemajuan yang positif. Semakin meningkatnya penghimpunan zakat, tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga pengelola zakat dan meluasnya penerima manfaat zakat, infak dan sedekah merupakan indikator-indikator nyata yang harus terus dikawal dan didukung perkembangannya. Baznas telah berkembang menjadi lembaga pemerintah non-struktural yang ikut serta membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui dana zakat, infak dan sedekah.

Lebih lanjut disampaikan, banyak masyarakat yang terbantu melalui program-program yang dimunculkan oleh Baznas yang menyasar masyarakat tidak mampu. Berbagai sektor kehidupan disasar oleh Baznas mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Baznas menjadi Lembaga yang semakin dipercaya oleh masyarakat karena mampu menghadirkan solusi di tengah ketimpangan ekonomi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Pj. Bupati Tulungagung menjelaskan, Baznas Tulungagung akan melaunching program Z-Mie Gaess yang merupakan program pemberdayaan yang digagas oleh Baznas Tulungagung untuk masyarakat kurang mampu dalam bentuk soft skill dan permodalan. Memang sudah seharusnya paradigma pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dialihkan untuk usaha-usaha produktif. Penerima zakat yang telah dibantu tidak lagi mengalami ketergantungan atas bantuan yang diberikan. Namun, mereka mampu berdikari dan mandiri sehingga rantai kemiskinan dapat diputus karena ketrampilan dan produktivitas yang mereka miliki.

error: Content is protected !!