GENJOT PROGRAM STRATEGIS NASIONAL – SOSIALISASI PENYUSUNAN PROPOSAL BISNIS DAN MANAJEMEN PERKOPERASIAN BAGI KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH KABUPATEN TULUNGAGUNG

Rabu, (1/10/2025) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus menggenjot implementasi program strategis nasional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), melalui kegiatan Sosialisasi Penyusunan Proposal Bisnis dan Manajemen Perkoperasian yang digelar secara intensif di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Langkah ini diambil menyusul telah dibentuk dan diluncurkannya 271 KDKMP yang mencakup seluruh desa dan kelurahan di Tulungagung dengan jumlah peserta sebanyak 542 peserta.

Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali para pengurus KDKMP agar mampu menyusun proposal bisnis yang matang dan realistis sebagai prasyarat utama sebelum koperasi dapat beroperasi dan mengakses permodalan, baik dari perbankan maupun sumber lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto, M.Si., dalam laporannya menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan kunci untuk mengatasi tantangan awal yang dihadapi KDKMP, yakni memetakan model bisnis definitif yang sesuai dengan potensi lokal dan penyusunan proposal yang layak.

“Kita sudah berhasil membentuk 271 Koperasi Merah Putih—sebuah capaian luar biasa. Kini, fokusnya adalah memastikan koperasi-koperasi ini tidak hanya sekadar papan nama, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Slamet Sunarto.

Materi sosialisasi ditekankan pada beberapa aspek krusial :

  • Analisis Kelayakan Usaha: Meliputi aspek pasar dan pemasaran, kelayakan teknis, hingga proyeksi keuangan.
  • Manajemen Risiko: Pembekalan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
  • Model Bisnis Berbasis Komunitas: Mendorong KDKMP fokus pada sektor yang menjadi kebutuhan anggota dan potensi desa, seperti penguatan ketahanan pangan (pertanian), distribusi logistik, dan layanan simpan pinjam bagi warga.

Menurut Kepala Dinkop UMKM Slamet Sunarto, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus adalah investasi utama kita yang akan memastikan seluruh pengurus dan pengawas mendapatkan pelatihan yang komprehensif agar mereka dapat menjalankan koperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, ME., dalam sambutannya menyampaikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putuh lahir sebahai wujud nyata semangat kebersamaan masyarakat Desa/Kelurahan dalam membangun ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan. Agar koperasi ini dapar berkembang, dibutuhkan pengelolaan yang profesional, terutama dalam perencanaan usaha melalui proposal bisnis yang matang, serta penerapan manajemen perkoperasian yang sehat.

Bupati Gatut Sunu menambahkan, pemerintah daerah senantiasa berkomitmen mendukung penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat. Namun, tentu keberhasilan pembangunan perkoperasian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kita semua, terutama pengurus dan anggota koperasi harus memiliki semangat kemandirian, kreativitas, serta inovasi dalam mengelola usaha. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untu memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar semakin maju, mandiri, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati Gatut Sunu berharap, dengan bekal ilmu manajemen dan proposal bisnis yang kuat, KDKMP Tulungagung dapat segera beroperasi penuh, mulai dari memfokuskan permodalan awal dari simpanan pokok dan wajib anggota, hingga menjalin kerja sama strategis dengan perbankan dan Bulog.

Keberhasilan KDKMP di 271 desa dan kelurahan ini diharapkan menjadi langkah nyata Tulungagung dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, serta mewujudkan kemandirian ekonomi lokal sesuai semangat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

error: Content is protected !!