AJANG KONSERVASI DAN PEREKAT KICAU MANIA SAMBUT HARI JADI KE-820 TULUNGAGUNG – GELAR PAMERAN DAN LOMBA BURUNG BERKICAU TINGKAT NASIONAL

Minggu, (23/11/2025) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung sukses menggelar Pameran dan Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional di Taman Hutan Kota Ketanon.

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung, yang sekaligus menjadi ajang konservasi dan silaturahmi bagi para pecinta burung dari berbagai daerah. Adu Prestasi dan Edukasi Lingkungan
Lomba yang berlangsung meriah ini menarik minat ribuan peserta, yang akrab disapa “Kicau Mania,” dari dalam maupun luar Provinsi Jawa Timur.

Berbagai jenis burung berkicau unggulan, seperti Murai Batu, Cucak Ijo, dan Kacer, diadu kemampuannya dalam beberapa kelas bergengsi untuk memperebutkan Piala Bupati Tulungagung dan hadiah jutaan rupiah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan ganda.
“Selain memeriahkan Hari Jadi ke-820 Tulungagung, acara ini adalah wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati. Kami mendorong hobi burung berkicau yang bertanggung jawab, yaitu dengan mengutamakan burung hasil penangkaran, bukan tangkapan liar,” ujarnya.

Menurut Tri Hariadi, Bupati menekankan bahwa lomba burung berkicau harus menjadi edukasi publik tentang pentingnya melindungi burung lokal mendorong budidaya yang bertanggung jawab, bukan hasil tangkapan liar, dan ruang silaturahmi bagi komunitas kicau mania lintas daerah, sebagaimana dengan Tema kegiatan ini : Menjaga Keanekaragaman Hayati.

Sekda Tri Hariadi mengungkapkan, bahwa Pemerintah berharap kegiatan ini mampu mengedukasi penghobi agar lebih mengutamakan budidaya burung secara legal dan ramah lingkungan. Selain itu, Bupati menilai lomba ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat persaudaraan dan sportivitas antar-komunitas burung berkicau.

Penjurian dilakukan secara ketat oleh tim juri profesional dengan standar penilaian nasional yang mencakup aspek irama lagu, volume, durasi, dan fisik burung, memastikan sportivitas di arena lomba.

Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau
Pemilihan Taman Hutan Kota Ketanon sebagai lokasi acara juga menegaskan komitmen Pemkab Tulungagung dalam memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai pusat kegiatan positif masyarakat. Suasana asri di taman menambah kenyamanan bagi para peserta dan pengunjung yang datang.

“Taman Hutan Kota ini adalah paru-paru kota. Dengan menjadikannya tempat acara nasional, kami berharap masyarakat semakin mencintai dan ikut menjaga kelestarian lingkungan di Tulungagung,” pungkas Sekda Tri Hariadi.

Secara keseluruhan, Pameran dan Lomba Burung Berkicau ini sukses menjadi magnet yang tidak hanya mengangkat nama Tulungagung di kancah nasional para pecinta burung, tetapi juga berhasil menggaungkan pesan konservasi lingkungan di tengah kemeriahan Hari Jadi ke-820.

error: Content is protected !!