TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan keseriusannya dalam upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi balita, pada hari Rabu, (26/11/2025), digelar acara penyerahan simbolis bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bergizi untuk Balita Posyandu yang bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, ME ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, para Camat, perwakilan kader Posyandu, serta sejumlah orang tua balita penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupatu Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE, ME, menekankan bahwa Pendopo dijadikan lokasi penyerahan simbolis untuk menegaskan bahwa masalah gizi balita, terutama stunting, adalah prioritas utama yang harus ditangani secara lintas sektor.
Menurut Bupati Gatut Sunu, bantuan PMT bergizi ini merupakan bagian dari program intervensi gizi spesifik dan sensitif yang dicanangknjir an Pemkab Tulungagung untuk memastikan pertumbuhan optimal anak-anak di usia emas (0-5 tahun).

“Stunting adalah ancaman bagi masa depan anak-anak kita. Penyerahan PMT bergizi ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud nyata komitmen kita bersama untuk memastikan setiap balita di Tulungagung mendapatkan asupan gizi yang cukup dan tepat. Kita ingin mencetak Generasi Emas yang cerdas, sehat, dan bebas stunting,” tegas Bupati Gatut.
Pada kesempatan yang baik ini, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, ME, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bakorwil I Madiun, yang telah menginisiasi kegiatan ini. Inisiatif dan dukungan Bakorwil I Madiun menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam mempercepat upaya perbaikan gizi serta pencegahan stunting di Kabupaten Tulungagung.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa target ini adalah wujud komitmen kita, untuk memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Tulungagung, bisa mendapatkan lingkungan yang sehat, memperoleh gizi yang cukup, serta memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
Pemberian PMT Bergizi ini secara langsung dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita. Selain itu, kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, tentang pentingnya asupan nutrisi yang baik, pola asuh yang benar, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Untuk melengkapi kebutuhan mikronutrien.
Secara teknis, pendistribusian PMT ini akan dilanjutkan oleh kader Posyandu dan Puskesmas di masing-masing wilayah, yang bertugas memastikan makanan tambahan tersebut sampai tepat sasaran, terutama kepada balita yang mengalami gizi kurang atau berisiko stunting.











