Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXII Tingkat Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 resmi dibuka. Ajang ini tak sekadar menjadi arena mencari juara, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam dan mencetak generasi Qurani.
MTQ XXXII Kabupaten Tulungagung tahun ini digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu, 4-6 September 2026. Pembukaan sekaligus penutupan dipusatkan di GOR Lembu Peteng.
Sementara pelaksanaan cabang lomba tersebar di enam lokasi, yakni Pendopo Tulungagung, Masjid Al-Munawaar, Masjid Ar-Rohim, Masjid Darussalam, Taman Budaya, serta Gedung PCNU dan SMK NU.
Kegiatan tersebut diikuti peserta yang berasal dari 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Total terdapat 470 peserta, terdiri dari 220 peserta putra dan 250 peserta putri. Selain peserta, terdapat 34 official atau pembina serta 19 pimpinan kafilah yang turut terlibat dalam pelaksanaan MTQ XXXII.
Dalam MTQ tahun ini, terdapat 17 cabang dan golongan yang diperlombakan. Di antaranya Tilawah Al-Quran golongan Tartil, Tilawah Al-Quran golongan Anak-anak, serta Tilawah Al-Quran golongan Remaja.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan, MTQ memiliki makna lebih luas dari sekadar kompetisi untuk memperebutkan juara. Kegiatan ini menjadi sarana membumikan Al-Quran sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Quran tidak cukup hanya dibaca atau dilantunkan dengan suara indah. Nilai tersebut harus dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ahmad Baharudin berharap MTQ XXXII menjadi momentum memperkuat syiar Islam serta membangun masyarakat Tulungagung yang religius, berkarakter, rukun dan berakhlakul karimah.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan semangat, keikhlasan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. MTQ juga diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi dan persaudaraan.
“Yang paling utama bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana setelah MTQ kita semakin dekat dengan Al-Quran dan semakin baik akhlaknya,” ujarnya.
Ahmad Baharudin juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, Al-Quran harus menjadi pedoman agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter.
Ia turut memberikan apresiasi kepada orang tua, guru, ustaz dan ustazah, pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Quran, LPTQ, para pembina, dewan hakim, panitia serta masyarakat yang selama ini mendukung pembinaan generasi Qurani
Ahmad Baharudin berharap pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir dan berbagai cabang keilmuan Al-Quran terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak generasi Qurani Tulungagung yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi, nasional maupun internasional.
“Pembinaan harus berkelanjutan agar lahir semakin banyak generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Tulungagung,” pungkasnya.
Sementara kepada dewan hakim, Ahmad berpesan agar menjalankan tugas secara amanah, objektif dan profesional serta menjunjung tinggi keadilan. Sedangkan kepada peserta dan official, ia mengajak seluruh pihak menjaga sportivitas dan persaudaraan selama pelaksanaan MTQ XXXII. (ron/diskominfotulungagung)











