TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Selasa (13/10/2026).
Program yang berlangsung selama 30 hari ini menyasar pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kualitas hunian, serta perbaikan sanitasi masyarakat.
Pembukaan TMMD dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-130 mencakup pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,37 kilometer, rehabilitasi delapan rumah tidak layak huni (rutilahu), serta pembangunan delapan jamban. Selain itu, program ini juga meliputi pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), penyediaan air melalui pompa air di wilayah Kecamatan Boyolangu, serta sunat massal.
Komandan Kodim 0807 Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan, Desa Pojok dipilih karena pembangunan jalan yang direncanakan dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Jalan rabat beton sepanjang 1,37 kilometer ini nantinya bisa menghubungkan wilayah Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, dengan Kecamatan Kalidawir. Selama ini, jalur tersebut belum tersambung dengan jalan rabat,” ujarnya.
Menurut Hanny Galih Satrio, pemilihan lokasi TMMD juga disesuaikan dengan program pembangunan yang telah direncanakan.
Sebelumnya, kegiatan TMMD pernah dilaksanakan di wilayah lain, termasuk Kecamatan Sendang. Pada tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.
Pelaksanaan TMMD kali ini melibatkan sekitar 150 personel gabungan TNI dan Polri, serta unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Seluruh personel akan bekerja bersama masyarakat selama 30 hari untuk menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan.

Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga upaya untuk memperkuat kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Melalui program ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemandirian masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan meletakkan fondasi bagi peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan,” kata Ahmad dalam sambutannya.
Ia menambahkan, program TMMD sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam pembangunan dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Menurut Ahmad Baharudin, Pemerintah Kabupaten Tulungagung turut memberikan dukungan berupa tenaga dan anggaran untuk menyukseskan program tersebut. Kebutuhan anggaran dalam pelaksanaan TMMD ini mencapai lebih dari Rp4 miliar.
“Kami berharap pelaksanaan TMMD berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen mendukung program ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ahmad Baharudin juga berharap pelaksanaan TMMD di Tulungagung dapat memberikan hasil maksimal sehingga memperoleh penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini diharapkan mampu memperbaiki akses infrastruktur, meningkatkan kualitas hunian dan sanitasi, serta memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
Melalui pembangunan jalan yang menghubungkan wilayah Campurdarat dan Kalidawir serta penyediaan sejumlah fasilitas dasar lainnya, TMMD ke-130 diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Pojok dan wilayah sekitarnya. (moh/diskominfotulungagung)











