TULUNGAGUNG – Semangat gotong royong dan pemberdayaan keluarga menjadi napas utama Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 Kabupaten Tulungagung yang digelar pada Kamis (29/10/2026) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kader PKK dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan masyarakat yang berkualitas berawal dari keluarga. Melalui penguatan 10 Program Pokok PKK, gerakan pemberdayaan keluarga diharapkan semakin berperan dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutan Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh kader PKK atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
Peringatan HKG PKK, menurutnya, bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, menyatukan langkah, dan meningkatkan kualitas pengabdian kader kepada masyarakat.
“PKK merupakan gerakan pemberdayaan keluarga yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Keberadaannya memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, mandiri, berkarakter, dan memiliki daya saing,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kesehatan keluarga, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, pendidikan keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan hidup.
Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh jajaran TP-PKK diharapkan mampu menjalankan program secara terencana, terukur, terpadu, dan berkelanjutan. Sinergi dengan perangkat daerah serta berbagai pemangku kepentingan juga perlu terus ditingkatkan agar setiap program memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Keberhasilan gerakan PKK, lanjutnya, tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi terutama dari perubahan positif yang dihasilkan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Plt. Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, S.E., dalam laporan panitia menyampaikan bahwa peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum bagi seluruh jajaran TP-PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan hingga dasawisma, untuk semakin meneguhkan komitmen dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK dan mendukung kebijakan pembangunan pemerintah.
Salah satu rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kunjungan kerja ke 19 desa yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi antartingkatan kepengurusan, memantau pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, serta memberikan pembinaan administrasi PKK di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui kunjungan dan pendampingan tersebut, gerakan PKK diharapkan tidak hanya aktif pada tingkat kepengurusan, tetapi juga semakin hadir di tengah keluarga dan masyarakat. Para kader didorong untuk mengenali kebutuhan warga, mengembangkan potensi lokal, serta menggerakkan partisipasi masyarakat dalam membangun keluarga berkualitas.
Pembinaan yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Semangat pemberdayaan keluarga dalam peringatan HKG PKK ke-54 juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh aspek kesehatan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi.
Salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup skrining mandiri serta deteksi dini obesitas, hipertensi, diabetes, gangguan penglihatan dan pendengaran, hingga penyakit menular. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Keluarga yang sehat merupakan fondasi bagi tumbuhnya generasi yang produktif dan berkualitas. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Selain kegiatan kesehatan, lomba merangkai tanaman obat keluarga (TOGA) turut melibatkan TP-PKK kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Setiap tim terdiri atas dua orang yang merupakan ketua TP-PKK desa/kelurahan. Lomba ini menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas kader sekaligus mendorong pemanfaatan tanaman obat keluarga di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadirkan beragam produk kuliner dan jajanan khas Tulungagung, serta telur ayam dan beras dari Bulog. Bazar tersebut menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar.
Berbagai kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga tidak dapat dilakukan secara parsial. Upaya membangun keluarga yang berkualitas harus berjalan beriringan melalui peningkatan kesehatan, pengetahuan, pemanfaatan potensi lingkungan, dan penguatan ekonomi rumah tangga.
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan komitmen dalam menjalankan program PKK, rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba tingkat Kabupaten Tulungagung.

Pada Lomba Administrasi PKK, penghargaan diberikan kepada desa-desa yang dinilai berprestasi dalam pengelolaan administrasi organisasi, dengan hasil sebagai berikut:
1. Juara I: TP PKK Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu.
2. Juara II: TP PKK Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo.
3. Juara III: TP PKK Desa Samir, Kecamatan Ngunut.
4. Juara Harapan I: TP PKK Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo.
5. Juara Harapan II: TP PKK Desa Sebalor, Kecamatan Bandung.
Sementara itu, dalam kategori Persentase Tertinggi Pengisian SIM PKK, penghargaan diberikan kepada:
1. Juara I: TP PKK Kecamatan Sendang.
2. Juara II: TP PKK Kecamatan Tanggunggunung.
3. Juara III: TP PKK Kecamatan Besuki.
4. Juara Harapan I: TP PKK Kecamatan Pakel.
5. Juara Harapan II: TP PKK Kecamatan Bandung.
Adapun pada Lomba Merangkai Tanaman Obat Keluarga (TOGA), para pemenangnya adalah:
1. Juara I: TP PKK Kecamatan Karangrejo.
2. Juara II: TP PKK Kecamatan Kauman.
3. Juara III: TP PKK Kecamatan Ngunut.
4. Juara Harapan I: TP PKK Kecamatan Bandung.
5. Juara Harapan II: TP PKK Kecamatan Kedungwaru.
Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kader dan jajaran TP-PKK untuk terus meningkatkan kualitas administrasi, memperkuat pelaksanaan program, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pemberdayaan keluarga.
Prestasi yang diraih bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan juga bentuk apresiasi atas kerja bersama, kedisiplinan, dan komitmen untuk menghadirkan gerakan PKK yang semakin berkualitas dan berdampak.
Peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026 membawa pesan penting bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Dari keluarga yang sehat, terdidik, mandiri, dan sejahtera akan tumbuh masyarakat yang lebih kuat serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Karena itu, penguatan 10 Program Pokok PKK perlu diwujudkan melalui kerja nyata yang konsisten, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif seluruh kader hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yang menghubungkan penguatan gerakan PKK dengan pelaksanaan Asta Cita dan cita-cita besar mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, TP-PKK Kabupaten Tulungagung diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus penggerak perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan keluarga dan masyarakat.
Peringatan HKG PKK ke-54 pun menjadi pengingat bahwa pembangunan yang bermakna berawal dari keluarga, tumbuh melalui kepedulian, dan semakin kuat melalui kerja bersama.
Terus berkarya, terus mengabdi, dan terus menginspirasi. Bersama PKK, wujudkan keluarga berkualitas, masyarakat sejahtera, dan Kabupaten Tulungagung yang semakin berdaya menuju Indonesia Emas 2045. (rat/diskominfotulungagung)











