Plt. Bupati Tulungagung Paparkan Dua Inovasi Unggulan dalam Penilaian Innovative Government Award 2026

TULUNGAGUNG – Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., memaparkan berbagai inovasi unggulan daerah dalam tahapan penilaian dan pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Paparan tersebut menampilkan upaya Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengangkat dua inovasi unggulan, yakni Mobile OSS Keliling (Mosskeling) sebagai inovasi non-digital dan Sistem Kirim Obat Sampai Rumah Tanpa Antre (SikarIsma) sebagai inovasi digital di bidang pelayanan kesehatan.

Plt. Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa pengembangan inovasi daerah merupakan salah satu langkah strategis untuk menjawab berbagai permasalahan pembangunan sekaligus mendukung visi Kabupaten Tulungagung, yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera, maju, dan berakhlak mulia sepanjang masa.

Penguatan ekosistem inovasi daerah juga ditunjukkan melalui peningkatan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID). Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Tulungagung memperoleh kategori inovatif pada 2022, 2023, dan 2024. Pada 2025, capaian tersebut meningkat menjadi kategori sangat inovatif dengan nilai IID 81,29.

Peningkatan tersebut didukung komitmen pemerintah daerah melalui penguatan regulasi, kelembagaan, penganggaran, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Salah satunya melalui kebijakan satu organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki minimal dua inovasi baru atau pengembangan inovasi yang telah ada.

Inovasi pertama, Mosskeling, merupakan pelayanan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan pendekatan jemput bola. Layanan ini bertujuan mempermudah pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil di wilayah pedesaan, dalam memperoleh legalitas usaha.

Pelaksanaannya dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat melalui layanan OSS keliling. Sejak 2023 hingga 2024, pelayanan difokuskan di desa dan kecamatan. Pada 2025, jangkauan diperluas melalui undangan komunitas, sedangkan pada 2026 dikembangkan melalui kolaborasi dengan instansi pemerintah daerah serta pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas melalui program PINTA DISAPA (Pelayanan Inklusif Tulungagung untuk Disabilitas Peduli dan Aman).

Melalui inovasi tersebut, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, serta memperkuat ekosistem investasi di Kabupaten Tulungagung.

Dalam paparan tersebut juga disampaikan realisasi investasi Kabupaten Tulungagung pada 2025 mencapai Rp675,541 miliar, meningkat Rp131,537 miliar dibandingkan tahun 2024. Selain itu, Mosskeling telah menjalin kolaborasi dan replikasi dengan Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, inovasi kedua, SikarIsma, merupakan layanan pengiriman obat dari RSUD dr. Iskak Tulungagung ke rumah pasien tanpa harus mengantre kembali di rumah sakit.

Layanan ini terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan layanan Public Safety Center (PSC) 119. Pengiriman obat dilakukan oleh tenaga farmasi terlatih pada hari yang sama dengan pemeriksaan pasien. Untuk memastikan ketepatan penerima, proses serah terima obat menggunakan kode OTP (*One Time Password*).

Selain memberikan kemudahan bagi pasien dan keluarga, SikarIsma juga bertujuan memperpendek waktu tunggu serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Layanan ini diberikan secara gratis.

Pengembangan SikarIsma turut mendapat respons dari sejumlah rumah sakit di luar daerah. Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa inovasi tersebut telah menjadi rujukan dan direplikasi oleh empat rumah sakit, yakni RSUD Luwuk di Sulawesi Tengah, RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojokerto, dan RSUD Undata di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus mendorong keberlanjutan inovasi melalui penguatan regulasi dan kelembagaan, manajemen inovasi daerah, serta peningkatan sumber daya dan budaya berinovasi. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) berperan mengoordinasikan pengembangan inovasi dan teknologi di lingkungan pemerintah daerah.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap inovasi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan daya saing dan kesejahteraan daerah. (kuk/diskominfotulungagung)

error: Content is protected !!