Seminar Hasil Penelitian Bappeda Kabupaten Tulungagung Tahun 2018

Bappeda merupakan Perangkat Daerah yang memiliki peran strategis sebagai “thing tank” yang kritis untuk menyikapi dinamika dan permasalahan yang berkembang di daerah. Disamping itu, juga berperan sebagai lembaga profesional yang bersifat akademis dalam organisasi Pemerintah Daerah bersifat fleksibel dan universal yang dapat memasuki ruang kerja lintas sektor atau urusan. Salah satu peran strategis dimaksud adalah sebagai lembaga penelitian dan pengkajian yang bersifat strategis, aktual dan kompetitif untuk menghasilkan rekomendasi yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pengembangan. Berkaitan dengan hal tersebut pada hari ini Rabu (21/11) Bappeda Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian di tahun 2018 sebanyak 3 kajian yang dipublikasikan dan bertempat di Hall Hotel Crown Victoria Tulungagung.

Dalam laporan ketua Panitia adalah Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung Ir. Suharto melaporkan bahwa maksud dan tujuan Seminar hasil penelitian ini mengambil tema “Mengenal Potensi Kita Untuk Kesejahteraan Bersama”. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan potensi kita yang luar biasa dan beraneka ragam. Adapun mengenai tujuan dari pelaksanaan seminar ini adalah :

1. Untuk mempublikasikan beberapa hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh Bappeda;

2. Untuk memberikan informasi terkait dengan rekomendasi hasil penelitian yang telah dilakukan;

3. Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan;

4. Untuk menjaring informasi, saran dan masukan dari masyarakat terkait dengan hasil penelitian yang dilakukan dan rencana tema penelitian kedepan.

Materi dan narasumber kegiatan seminar hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut :

1. Studi kelayakan pembangunan TPA Sampah di wilayah selatan Tulungagung yang akan disampaikan oleh Dr. Eng. Yatnanta Patna Devia, ST, MT dari Universitas Brawijaya Malang;

2. Kajian rencana objek wisata pantai Nglarap Kabupaten Tulungagung yang akan disampaikan oleh Agus Sudrajat, ST dari CV. Consepta;

3. Kajian potensi geopark kawasan selatan Kabupaten Tulungagung yang akan disampaikan oleh Dhanny S. Sutopo, S.Sos, M.Si dari Universitas Brawijaya Malang;

4. Kajian rencana pengembangan obyek wisata dan kepurbakalaan bidang paleoantropologi-paleontologi dan geologi Goa Tenggar Desa Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung yang akan disampaikan oleh Dr. Phil. Toetik Koesbardiati dari Universitas Airlangga Surabaya.

Peserta seminar kurang lebih 160 orang yang terdiri dari Perwakilan Balitbang Propinsi Jawa Timur, perangkat daerah Kelitbangan Kabupaten tetangga, perangkat daerah dan kecamatan se Kabupaten Tulungagung, akademisi, LSM, tokoh masyarakat, kelopok sadar wisata se Kabupaten Tulungagung, dan perwakilan dari Perhutani KPH Kediri dan KPH Blitar.

Acara dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Ir. Indra Fauzi, MM dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi hasil dari beberapa penelitian yang dilaksanakan oleh Bappeda dan hari ini diseminarkan. Dari hasil penelitian ini, ternyata dapat diketahui bahwa potensi kita sungguh luar biasa. Banyak temuan-temuan baru yang mampu mengantarkan Kabupaten Tulungagung ke tingkat Asia Pasifik dalam acara Seminar Arkeologi di Kota Hue Vietnam, yaitu dengan ditemukannya Goa Tenggar di Desa Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung yang menyimpan fosil peradaban purba. Disamping itu potensi goepark kawasan selatan Tulungagung yang merupakan kawasan kars, juga memiliki potensi yang patut untuk diperhitungkan. Dan juga mengharapkan kedepan Kabupaten Tulungagung memiliki wisata penelitian dan arkeologi, karena pada dasarnya Kabupaten Tulungagung sudah dikenal dunia Internasional dengan penemuan fosil homo wajakensis oleh Eugene Dubois pada tahun 1890. Dan juga berpesan kepada semuanya untuk ikut menjaga dan melestarikan potensi kepurbakalaan, kars, budaya, adat istiadat dan alam yang kita miliki sebagai warisan geopark dunia dan kita manfaatkan untuk kesejahteraan bersama.

error: Content is protected !!