RAPAT KOORDINASI PENANGANAN COVID-19 DAN PERCEPATAN VAKSINASI KABUPATEN TULUNGAGUNG

Assestment Covid-19 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2022, Kabupaten Tulungagung periode 25-31 Januari 2022 berada pada Level 1. Berkaitan hal tersebut, Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung melaksanakan Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi di Kabupaten Tulungagung, pada hari Rabu, (26/01/2022) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso mulai pukul 09.00 WIB.

Rapat dipimpin oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. Turut hadir dalam rapat Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MM.RS, Kepala Perangkat Daerah terkait, serta diikuti oleh Camat se Kabupaten Tulungagung, jajaran Kapolsek se Tulungagung, jajaran Danranmil se Tulungagung, dan Kepala UPTD Puskesmas se Kabupaten Tulungagung.

Acara diisi dengan pemaparan dari Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM tentang situasi terkini terkait resume penilaian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Tulungagung yang sudah berada pada level 1, dan perkembangan pencapaian vaksinasi covid-19 di Kabupaten Tulungagung.

Lebih lanjut, Bupati Tulungagung menginformasikan, di Indonesia sendiri meskipun penyebaran covid-19 saat ini masih relatif bisa dikendalikan, namun tanda-tanda kenaikan angka covid sudah mulai nampak, dimana untuk kasus harian varian omicorn saat sudah naik berkisar 800 orang per hari sejak pertama kali masuk ke indonesia pada tanggal 16 Desember 2021 pada pasien petugas kebersihan Wisma Atlet Kemayoran.

Bahkan menurut epidemiologi diprediksi pada bulan Februari-Maret akan mengalami gelombang ketiga pandemi covid-19, dimana di Jawa Timur penambahan kasus varian omicorn saat ini sekitar 8 orang yang tersebar di kota malang, kota surabaya dan kabupaten malang. varian omicorn ini perlu kita waspadai karena daya penularannya lima kali lebih cepat dibandingkan dengan varian delta.

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP. Handono Subiakto, SH, SIK, MH, dalam hal ini menyampaikan beberapa point hasil perkembangan covid-19 varian omicron dalam pemaparannya, diantaranya :

  1. Waspada Omicron utamanya orang dengan riwayat bepergian ke luar negeri (Negara dengan transmisi Omicron),
  2. Perlu dilakukan berbagai upaya agar perkembangannya dapat lebih terkendali dan kasusnya melandai untuk mengurangi beban sistem kesehatan.
  3. Kedatangan pekerja migran Indonesia di Jawa Timur yang habis masa kontraknya, pada Januari ini lebih dari 5 (lima) ribu orang melalui bandara Juanda Surabaya, tentunya hal ini harus diantisipasi dengan cara diarahkan untuk isolasi ditempat isoter yang telah disiapkan guna mencegah terjadinya penyebaran varian omicron.

Lebih dalam, Kapolres Tulungagung menekankan antisipasi dan kesiapan menghadapi penyebaran covid-19 varian omicron, diantaranya :

  1. Penegakan prokes “PAMOR KERIS” dan operasi yustisi bersama tiga pilar.
  2. Optimalkan vaksinasi lansia dan anak usia 6-11 tahun, serta yang telah memenuhi syarat dilakukan vaksinasi lanjutan (booster).
  3. Mempersiapkan rumah sakit rujukan, RSDC, Isoman dan Isoter.
  4. Meningkatkan 3T (Tracing, Testing dan Treatment).
  5. Optimalkan peran PPKM Mikro dan Kampung Tangguh.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MM.RS dalam paparannya menjelaskan, bahwa cakupan vaksinasi di Kabupaten Tulungagung mengalami tren kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data update vaksinasi per 25 Januari 2022 disebutkan total yang sudah vaksin, yakni

  1. Dosis Pertama sebanyak 86,97%
  2. Dosis Kedua sebanyak 63,88%
  3. Dosis Ketiga (Booster) 1,14%

Di akhir acara, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM lebih dalam, mengharapkan peran serta aktif kepada babinsa, bhabinkamtibmas, camat, dan tenaga medis tingkat kecamatan untuk terus bersinergi dalam penanganan covid-19, khususnya dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dengan pendekatan yang lebih humanis, sehingga mendorong program pemerintah dalam percepatan vaksinasi, demi terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity), serta mencegah penyebaran varian omicron.

error: Content is protected !!