
Minggu, (23/10/2022), Pemerintah Kabupaten Tulungagung melaksanakan Apel Peringatan Hari Santri Tahun 2022, yang bertempat di halaman kantor Pemerintah Daerah, mulai pukul 08.00 WIB. Adapun tema peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”.


Bertindak selaku pembina apel Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, turut hadir dalam apel Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo, Jajaran Forkopimda beserta istri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tulungagung Dr. Muhajir, S.Pd, M.Ag, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tulungagung KH. Muhson Hamdani, Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung KH. Abdul Hakim Mustofa, Ketua Baznas Tulungagung KH. Samsul Umam, Para Alim Ulama, Para Kyai dan Bu Nyai, serta Ketua Ormas Islam se Kabupaten Tulungagung dan Perangkat Daerah terkait.


Sedangkan, susunan Peserta Apel meliputi, 1 SST Kodim 0807/Tulungagung, 1 SST Polres Tulungagung, 1 SST Senkom Tulungagung, 1 SST gabungan Banser dan Kokam Tulungagung, 1 SST Pagar Nusa Cabang Tulungagung, 1 SST IPNU Tulungagung, 1 SST IPPNU Tulungagung, 1 SST Muslimat Tulungagung, 1 SST Fatayat NU Tulungagung, 2 SST Santri lingkup Kab. Tulungagung, 1 SST Pramuka.
Selanjutnya, Amanat Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan oleh Pembina Apel Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, menyampaikan, peringatan Hari santri Nasional Tahum 2022 mengangkat tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”, dengan maksud bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia ketika Indonesia memanggil santri tidak pernah mengatakan tidak, santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarma baktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
Lebih lanjut disampaikan, pasca kemerdekaan Indonesia, santri lebih semangat lagi memenuhi panggilan Ibu Pertiwi. Mereka tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain juga agama. Bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Sehingga mengasosiasikan santri hanya dengan bidang ilmu keagamaan saja tidaklah tepat. Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam, bahkan mereka menjadi pemimpin negara.

Meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama itu sendiri. Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzunnafs adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi (maqashid al-syariah). Tidak ada satu pun agama yang menyuruh pemeluknya untuk melakukan tindakan yang merusak harkat dan martabat manusia. Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia.

Di akhir rangkaian acara, dilaksanakan penyerahan bantuan beasiswa “Santri Benteng Ulama” dari Baznas Kabupaten Tulungagung, yang secara simbolis oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM beserta Jajaran Forkopimda kepada 360 Santri Salaf se Kabupaten Tulungagung.











