DEKLARASI DAN BIMBINGAN TEKNIS KONVENSI HAK ANAK MENUJU SATUAN PENDIDIKAN RAMAH ANAK TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH DI KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2022

Senin,(10/10/2022). Bertempat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 2, Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Deklarasi dan Bimbingan Teknis Konvensi Hak Anak (KHA) menuju Sekolah Ramah Anak (SRA) di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Bimbingan teknis ini akan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 10 dan 11 Oktober 2022 dengan menghadirkan fasilitator nasional sebagai mentor dan narasumber kegiatan.

Program Konvensi Hak Anak menuju Sekolah Ramah Anak merupakan program/kebijakan pemerintah di bawah Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebagai amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28B (2) yang menyebutkan bahwa “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.” Hal ini dipertegas dalam pasal 54 Undang-Undang Perlindungan Anak yang menyatakan ” Anak di dalam dan lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam lingkungan sekolah yang bersangkutan.”

Kepala Sekolah MI Negeri 2,Tulungagung Sutiyono,M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung yang telah menunjuk MI Negeri 2 Tulungagung menjadi yang pertama mengawali program Sekolah Ramah Anak di tingkat madrasah ibtidaiyah. Untuk itu tujuan acara hari ini adalah mendeklarasikan MIN 2 Tulungagung sebagai satuan pendidikan ramah anak di tingkat madrasah ibtidaiyah sekaligus melaksanakan bimbingan teknis sekolah ramah anak bagi guru, pengelola sekolah dan orang tua/wali murid ,” tuturnya. Beliau juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan sekolah ramah anak dibutuhkan komitmen bersama dan kerjasama berbagai pihak baik dari sekolah sendiri maupun di luar sekolah utamanya dari orang tua atau wali murid. Beliau berharap dengan hadirnya fasilitator nasional dalam kegiatan bimbingan teknis sekolah ramah anak ini dapat dimanfaatkan oleh semuanya dalam mendapatkan ilmu guna mewujudkan sekolah ramah anak khususnya di MIN 2 Tulungagung.

Selanjutnya, Bekti Prasetyani, selaku fasilitator nasional program Konvensi Hak Anak menuju Sekolah Ramah Anak dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa Sekolah Ramah Anak adalah satuan pendidikan formal,nonformal dan informal yang bersih, aman, rapi, indah, sehat dan nyaman serta mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di satuan pendidikan tersebut. Lebih lanjut beliau menerangkan dalam usaha mewujudkan Sekolah Ramah Anak perlu dukungan berbagai pihak antara lain keluarga dan masyarakat yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak. “Lingkungan keluarga dan masyarakat yang mendukung, melindungi dan memberi rasa aman serta nyaman sangat membantu proses pembelajaran anak dalam menemukan jati diri dan kecakapan berekspresi dan berkreasi,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Mas’ud, M.Pd menyampaikan bahwa satuan pendidikan ramah anak adalah program yang harus diwujudkan mulai di tingkat sekolah dasar sampai di tingkat menengah. Menurut beliau kita memiliki tugas dan tanggungjawab besar di dunia pendidikan dan sekolah saat ini yaitu masalah intoleransi, perundungan/bullying dan kekerasan seksual pada anak didik. Untuk itu sangat diperlukan kerjasama dari semua pihak yang memiliki peran penting dalam menyelesaikan permasalahan di atas baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. “Salah satu yang perlu dikembangkan di satuan pendidikan dalam mencegah terjadinya intoleransi adalah dengan menerapkan konsep moderasi beragama yang salah satu indikator pentingnya adalah anti kekerasan dan bisa menerima adanya perbedaan,” tuturnya

Lebih lanjut, beliau mengharap kepada semua pihak untuk mengikuti proses bimbingan teknis oleh fasilitator nasional sampai tuntas sehingga dapat menerapkan sekolah ramah anak sesuai standar. Di akhir kata sambutan beliau mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama guna mewujudkan sekolah ramah anak khususnya di MI Negeri 2 Tulungagung.

Selanjutnya, Mas’ud, M.Pd.I mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Tulungagung membuka secara resmi kegiatan Deklarasi dan Bimtek Konvensi Hak Anak menuju Sekolah Ramah Anak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tulungagung pada hari ini.

Puncak acara, ditandai dengan pembacaan Deklarasi dan Komitmen bersama mewujudkan Madrasah sebagai satuan pendidikan ramah anak. Naskah deklarasi dibacakan oleh Kepala Sekolah MIN 2 Tulungagung Sutiyono,M.Pd.I yang diikuti oleh seluruh undangan yang hadir. Seusai pembacaan naskah Deklarasi SRA dilanjutkan penandatanganan bersama sebagai bentuk komitmen dan keseriusan para stake holder dalam mewujudkan program Sekolah Ramah Anak.

Turut hadir dan menandatangani deklarasi sekolah ramah anak MI Negeri 2 Tulungagung hari ini diantaranya unsur Forkopimcam Kecamatan Karangrejo, Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Pengawas sekolah di tingkat madrasah, Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung terkait yaitu Dispendikpora, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas PPPA, Dinas Kominfo, Kepala Desa Jeli Karangrejo dan dua orang fasilitator nasional Sekolah Ramah Anak yaitu Ibu Bekti Prasetyani dan Bapak Ahmad Asari serta orang tua dan wali murid siswa-siswi MI Negeri 2 Tulungagung juga menandatangani deklarasi.

error: Content is protected !!