Gandeng Akademisi, Pemkab Tulungagung Dorong OPD Agar Maksimalkan Peran Medsos Untuk Pelayanan Masyarakat 

Perkembangan media sosial membuat cara masyarakat mendapatkan informasi berubah begitu cepat. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk ikut beradaptasi, termasuk dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Pelatihan Optimalisasi Pemanfaatan Media Digital oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tulungagung yang digelar di Ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung, Senin (14/9/2026).

Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi. Karena itu, OPD dituntut tidak hanya hadir di media sosial, tetapi juga mampu mengelolanya sebagai sarana komunikasi publik yang efektif.

“Saya sampaikan terima kasih melalui program Dokar ini tahun 2026 yang memilih Kabupaten Tulungagung sebagai lokasi. Semoga hubungan baik ini terus berkembang,” ujar Ahmad Baharudin.

Menurutnya, media sosial pemerintah harus mampu menjadi sumber informasi yang benar, mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“OPD harus memanfaatkan media sosial sebagai media penyampai yang benar, mudah dipahami dan bermanfaat,” katanya.

Ahmad Baharudin menegaskan, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemanfaatan media digital diharapkan tidak berhenti pada penyampaian program maupun kegiatan pemerintah, tetapi juga mampu membuka ruang interaksi dengan masyarakat. Ia berharap penguatan komunikasi publik melalui media sosial dapat berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan masyarakat.

“Semoga perubahan nyata bisa memperluas keterbukaan informasi dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, dan membuka ruang publik dan komunikasi yang baik antara Pemkab dan masyarakat,” lanjutnya.

Ahmad Baharudin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat dalam membangun komunikasi publik yang semakin baik.

“Dengan kolaborasi dengan Pemkab, akademisi dan masyarakat, kami optimistis komunikasi antara Pemkab Tulungagung dan masyarakat bisa semakin baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Azizun Kurnia Ilahi yang hadir sekaligus sebagai pemateri kegiatan tersebut mengungkapkan, kali ini pihaknya hadir bersama dengan satu orang dosen dan mahasiswa sekaligus content creator dalam program Dosen Berkarya (Dokar) yang menjadikan Kabupaten Tulungagung sebagai sasaran.

Dihadapan peserta kegiatan ini, Perempuan berkacamata itu mengingatkan bahwa perkembangan media sosial tidak bisa dihadapi dengan cara lama. Menurutnya, media sosial bisa menjadi alat yang sangat membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi. Namun, jika tidak dikelola secara tepat, media sosial juga bisa menimbulkan persoalan.

“Semoga yang kami lakukan ini bagian dari pengabdian kami yang mungkin bisa membantu peningkatan kapabilitas yang kita hadapi bersama. Karena medsos berkembang dengan cepat, medsos bisa mendukung maupun melukai kita. Yang penting bagaimana kita mitigasi medsos itu,” jelasnya.

Azizun menggambarkan perubahan teknologi tersebut seperti perkembangan alat transportasi. Jika dahulu masyarakat mengenal andong, becak, delman hingga angkot, kini berbagai layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek hadir dan mengubah kebiasaan masyarakat.

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Yang harus dilakukan adalah terus belajar dan beradaptasi.

“Yang harus dilakukan adalah beradaptasi. Pertanyaannya, seberapa mampu kita beradaptasi,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan para peserta pelatihan agar tidak berhenti belajar, terutama karena perkembangan teknologi dan media sosial berlangsung sangat cepat.

“Janganlah berhenti belajar, karena manusia akan meninggalkan manusia yang berhenti belajar,” tegas Azizun.

Melalui pelatihan tersebut, Azizun berharap para pengelola media sosial OPD di Kabupaten Tulungagung memiliki pemahaman yang lebih seragam dalam mengelola kanal digital pemerintah.

“Ini upaya kita agar ibu bapak bisa mengoptimalkan medsos, sehingga nanti setelah acara ini selesai kita punya persepsi yang sama dalam pengelolaan medsos di OPD yang ada di Tulungagung,” pungkasnya. (muh/diskominfotulungagung)

error: Content is protected !!