TULUNGAGUNG – Suasana semarak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Tulungagung terasa semakin istimewa dengan digelarnya Kongres Anak Kabupaten Tulungagung sekaligus Pengukuhan Forum Anak/Dewan Perwakilan Anak Kabupaten Tulungagung Masa Bakti 2025–2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan daerah.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin secara resmi membuka Kongres Anak yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada seluruh anak.
“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial. Ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Kita ingin mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak menuju Kabupaten Tulungagung Layak Anak,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menjelaskan, tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” memiliki makna yang sangat luas. Menyayangi anak berarti memberikan kasih sayang, pendidikan yang berkualitas, perhatian, dan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.

Sementara melindungi anak, lanjutnya, berarti memastikan mereka terhindar dari berbagai ancaman seperti kekerasan, diskriminasi, perundungan, eksploitasi, perkawinan anak hingga dampak negatif perkembangan teknologi digital.
“Sedangkan membangun masa depan berarti menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, sejahtera, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga mengukuhkan Forum Anak/Dewan Perwakilan Anak Kabupaten Tulungagung Masa Bakti 2025–2026. Ia menegaskan forum tersebut bukan sekadar organisasi, tetapi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan ide, gagasan, serta aspirasi yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah.
“Forum Anak adalah bagian penting pembangunan Kabupaten Tulungagung. Saya berharap seluruh pengurus mampu menjalankan peran sebagai Pelopor dan Pelapor. Jadilah teladan dalam perilaku positif di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Jangan takut melaporkan apabila ada pelanggaran hak-hak anak melalui saluran yang telah disediakan pemerintah,” pesannya.
Ahmad Baharudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Tulungagung yang semakin ramah anak. Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, hingga keluarga.
“Tidak ada penanggung jawab tunggal dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Diperlukan kerja sama semua pihak. Mari bersinergi dan bekerja sama, bukan sama-sama bekerja, agar setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPA dan KB) Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmat, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mendukung berbagai program pemenuhan hak anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Plt Bupati Tulungagung atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap berbagai program perlindungan anak dan penguatan Forum Anak di Kabupaten Tulungagung. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ujar Kasil Rohmat.
Melalui Kongres Anak dan pengukuhan Forum Anak ini, diharapkan semakin banyak anak di Kabupaten Tulungagung yang berani menyuarakan pendapat, menjadi agen perubahan, sekaligus ikut berkontribusi mewujudkan Kabupaten Tulungagung menuju Kabupaten Layak Anak. (moh/diskominfotulungagung)











