Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan program HULU HILIR yang ditujukan untuk mengantisipasi rencana penghapusan alokasi anggaran subsidi pupuk untuk wilayah Jawa Timur yang mencapai 6 triliun rupiah tiap tahunnya. Dari jumlah tersebut akan dialihkan sebagai modal bagi pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Berkenaan dengan hal tersebut, Selasa 20 Maret 2018 bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso berlangsung Launching Dan Simbolis Penyerahan Kredit Program Hulu Hilir Agro Maritim Sektor Perikanan Dan Kelautan.
Hadir dalam kegiatan ini, Kabiro Administrasi Perekonomian, PLH Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan. Seperti disampaikan oleh PLH Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Jawa Timur Asmuri Syarif mengatakan bahwa untuk program HULU HILIR Agro Maritim Sektor Perikanan Dan Kelautan rencana dilakukan di kabupaten Tulungagung untuk komoditas ikan lele dan patin, sedangkan untuk kabupaten Pasuruan untuk komoditas udang. Komoditas tersebut merupakan sebagian dari produk unggulan budidaya di Jawa Timur. Diharapkan dari program ini akan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan di Jawa Timur khususnya di kabupaten Tulungagung dan Pasuruan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten tulungagung mengatakan bahwa pemberikan kredit ini memiliki skema pengembalian yang cukup ringan karena dilakukan setelah panen ikan dengan bunga hanya 6% pertahun, angka ini dibawah suku bunga perbankan konvensional. Anggaran sebesar 7,4 M yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi ini nantikan akan dialokasikan kepada 24 pembudidaya catfish di Tulungagung dengan rincian 3 pembudidaya ikan lele dan 21 pembudidaya ikan patin. Nantinya setiap pembudidaya akan mendapatkan bantuan kredit bergulir rata-rata sebesar 309 juta rupiah. (DISKOMINFO)











