KUNJUNGAN BUPATI TULUNGAGUNG KE LOKASI BENCANA BANJIR DI WILAYAH KECAMATAN BANDUNG

Cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Tulungagung dengan adanya intensitas hujan yang tinggi. Hal ini menyebabkan bencana banjir, tanah bergerak / retak, longsor, banjir bandang yang dapat menyebabkan rusaknya infrastruktur antara lain jalan, jembatan, rumah/bangunan, talud sungai yang longsor, tanggul sungai yang jebol, saluran air dan banyak lahan pertanian yang rusak terutama tanaman jagung, padi dan tembakau yang ada di beberapa wilayah Kabupaten Tulungagung tergenang air.

Berkenaan dengan hal itu maka pada hari ini, Rabu (19/10/2022), Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. bersama jajaran perangkat daerah melaksanakan kunjungan untuk melihat bencana banjir dan bencana tanah retak di wilayah kecamatan Bandung mulai pukul 11.00 WIB, sekaligus juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana tanah gerak.

Dalam kegiatan peninjauan bencana banjir dan tanah bergerak ini, Bupati Tulungagung didampingi oleh beberapa Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung antara lain dari Bappeda, Dinas PUPR, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Forkopimcam Bandung dan Forkopimcam Besuki.

Adapun tempat yang dikunjungi antara lain :

  1. Bencana Banjir di Desa Gandong Kecamatan Bandung akibat debit air sungai Parit Raya yang meningkat dan meluap. Hal ini disebabkan karena air di sungai Parit Raya merupakan air dari wilayah kabupaten Trenggalek yang terjadi bencana banjir, karena sebagian air dari Trenggalek ini dibuang ke laut (Teluk Popoh) dengan melalui aliran sungai Parit Raya yang masuk wilayah Kabupaten Tulungagung yaitu melalui terowongan Niyama yang berada di wilayah Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung;
  2. Mengunjungi dan melihat dampak tanah gerak atau retak yaitu di Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung dan juga sekaligus memberikan bantuan berupa sembako dan perbaikan yang dilakukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Tulungagung dan juga dilaporkan bahwa korban dampak tanah gerak/retak di desa Talun Kulon ini sebanyak 8 (delapan rumah).

Dalam keterangannya Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. menyampaikan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi sekarang ini berdampak terjadinya bencana antara lain banjir, longsor, tanah gerak/retak, tanggul sungai yang jebol dan sungai yang airnya meluap. Adapun dampak bencana banjir di wilayah Kecamatan Bandung ini rusak antara lain :

  1. Infrastruktur jalan, jembatan, bangunan, talud sungai, tanggul sungai yang jebol, saluran air dan
  2. Lahan pertanian dengan tanaman jagung, padi, dan tembakau.

Disampaikan pula bahwa ada 8 (delapan) wilayah Kecamatan se-Kabupaten Tulungagung yang terdampak. Pemerintah Kabupaten Tulungagung sudah melakukan pendataan dampak bencana banjir akibat cuaca ekstrem ini. Selain itu juga untuk lahan pertanian se-Kabupaten Tulungagung yang terdampak antara lain lahan pertanian dengan tanaman jagung seluas kurang lebih 4.722 hektar, padi kurang lebih 475 hektar dan tembakau kurang lebih 1.275 hektar.

Bupati Tulungagung juga mengintruksikan kepada wilayah yang sekolahnya tergenang banjir untuk pembelajarannya, agar dilakukan secara daring.

Setelah meninjau bencana banjir dan bencana tanah gerak/retak di wilayah Kecamatan Bandung, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM., bersama rombongan meninjau Bendungan Niyama di Kecamatan Besuki untuk melihat dan berkoordinasi dengan pihak Jasa Tirta I sebagai pengelola terowongan Niyama, karena Terowongan Niyama ini adalah saluran pembuangan, muara Parit Raya dari Trenggalek dan Parit Agung dari Tulungagung. Di saat Trenggalek sedang banjir, saluran ini dibuka untuk membuang banjir ke Teluk Popoh.

Bahwa di saluran air menuju terowongan Niyama pada hari ini, Rabu (19/10/2022) elevasinya sudah turun sehingga debit air yang dibuang melalui terowongan Niyama lancar dengan arus sungai yang deras untuk dibuang ke Teluk Popoh.

error: Content is protected !!