
Jum’at, (22/10/2021) mulai pukul 10.00 WIB. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menerima kunjungan kerja dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI Teten Masduki. Kunjungannya tersebut dalam rangka melaunching produk SNI (Standar Nasional Indonesia) Cangkul Merah Putih dan Pelepasan Ekspor Fosil Kayu ke Hamburg, Jerman.
Kedatangannya yang didampingi juga oleh Anggota Komite IV DPD RI Dapil Jatim Evi Zainal Abidin, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Dr. Mas Purnomo Hadi, MM di Kabupaten Tulungagung disambut oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo, Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung Dr. Slamet Sunarto, M.Si, serta Perangkat Daerah dan Stake Holder terkait.

Sebelum melakukan Launching, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki didamping Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM dan Forkopimda Kabupaten Tulungagung meninjau lokasi pembuatan kerajinan fosil Kayu di UD. Karya Indonesia di desa Waung dan Koperasi Angudi Logam Abadi tempat pembuatan cangkul merah putih di Desa Kiping.


Selanjutnya, setelah meninjau lokasi pembuatan kerajinan fosil Kayu UD. Karya Indonesia di desa Waung dan Koperasi Angudi Logam Abadi pembuatan cangkul merah putih di Desa Kiping, Menteri Koperasi dan UKM bergegas menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso untuk melaksanakan launching produk SNI (Standar Nasional Indonesia) cangkul merah putih dan pelepasan ekspor fosil Kayu ke Hamburg, Jerman.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya menjelaskan, fosil kayu merupakan kekayaan alami yang hanya tersebar di Indonesia, Australia, Selandia Baru, India, Amerika Serikat, Argentina, Belgia, Brazil, Kanada, Yunani, dan Libya. Sehingga permintaan pasar Internasional terhadap fosil kayu sangat tinggi baik dari sisi volume maupun fellownya.
Secara komulatif, nilai ekspor Indonesia dari Januari-September 2021 mencapai 164 miliar USD atau naik 40,38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Demikian juga ekspor non-migas yang mencapai 155,46 miliar USD atau naik 39,84%.
Berdasarkan data provinsi, lanjut Menteri Koperasi dan UKM RI, asal barang ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-September 2021 dari Jawa Barat dengan nilai 24,07 miliar USD atau 15,02%. Diikuti oleh Jawa Timur sebesar 16,93 miliar atau 10,31%.
“Saya sangat mengapresiasi Pemprov Jatim dan segenap stake holder yang terus mendampingi dan mendorong kemudahan ekspor bagi para pelaku UMKM,” ujar Menteri UKM RI tersebut.
Untuk mendorong UMKM siap ekspor, tahun ini Kementerian Koperasi dan UKM telah mengeluarkan beberapa program. Diantaranya standarisasi internasional bagi 185 UKM, sekolah ekspor, pelatihan UMKM ekspor, pembiayaan ekspor, dan pameran berskala internasional, serta kerja sama peningkatan eksport lainnya.
Sementara, program cangkul merah putih adalah program lokalisasi cangkul yang merupakan hasil kolaborasi Kementerian Koperasi UKM dengan Kementerian Perindustrian, LPDB, LKPP dan seluruh pihak yang bertujuan menurunkan nilai ekspor cangkul di Indonesia.
“Kualitas cangkul merah putih telah terstandarisasi. Kami harapkan cangkul ini dapat diserap oleh kebutuhan industri nasional dan pemerintah, termasuk pemda,” ungkapnya.

Menteri Teten Masduki juga mengungkapkan, berdasarkan laporan LKPP, saat ini realisasi program pengalokasian pengadaan barang dan jasa pemerintah pusat dan daerah bagi produk UMKM sudah mencapai 188,69 triliun atau 42,19% dari target 447,28 triliun. Dalam UU Cipta Kerja juga sudah diatur pemerintah harus mengalokasikan belanja barang dan jasa 40% untuk produk koperasi dan UMKM.
“Jadi, ini sudah kewajiban pemerintah membeli produk koperasi dan UMKM untuk memperkuat market finance UMKM di dalam negeri,” tambahnya.
Masa pandemi covid-19 memberikan dampak yang luar biasa termasuk menurunnya daya beli masyarakat. Maka dari itu belanja pemerintah yang harus ditingkatkan untuk menstimulasi produk UMKM di Indonesia. Sehingga kalau market dalam negeri cukup tinggi terhadap produk UMKM termasuk belanja pemerintah, maka para pelaku UMKM di Indonesia dari waktu ke waktu akan bisa meningkatkan kualitasnya yang tidak akan kalah dengan produk impor.
“Karena itu, ini perlu komitmen kita bersama. Saya ucapkan selamat kepada UD. Karya Indonesia dan Koperasi Angudi Logam Abadi. Semoga dapat terus melakukan inovasi produk dan berdaya saing di kancah global,” pungkas Menteri.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki menyampaikan bahwa ia optimistis Kabupaten Tulungagung bisa menjadi pusat produk kreatif berbasis fosil kayu di Indonesia.

“Saya optimistis Tulungagung bisa menjadi pusat produk kreatif berbasis fosil kayu,” tegas Menteri UKM RI.
Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM dalam sambutannya, menyampaikan ucapan Selamat Datang dan Terima Kasih kepada Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki beserta jajarannya, yang telah berkenan untuk menjadikan Kabupaten Tulungagung sebagai salah satu Kabupaten yang dikunjungi.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki yang telah memberikan fasilitasi kepada UD. Karya Indonesia dan Koperasi Angudi Logam Abadi, baik fasilitasi ekspor maupun fasilitasi legalitas produk SNI.











