PEMBUKAAN MUSYAWARAH PIMPINAN NASIONAL (MUSPIMNAS) PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) KE-29 TAHUN 2022 DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Kamis,(17/11/2022). Bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Rahmatullah Tulungagung (SATU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar acara Pembukaan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PMII Ke-29 Tahun 2022 yang dimulai pukul 14.00 WIB. Kegiatan Muspimnas PMII tahun 2022 sendiri direncanakan akan berlangsung di Tulungagung mulai tanggal 17 Nopember hingga 24 Nopember 2022 mendatang. Adapun tema dalam Muspimnas PMII ke-29 Tahun 2022 ini adalah “Transfomasi Oganisasi Membangun Peradaban Baru Indonesia”.

Hadir dalam acara Pembukaan Muspimnas PMII ke-29 tahun 2022 ini, Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi, Menteri Desa & PDTT RI Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua DPR RI yang sekaligus selaku Ketua Pembina Majelis PB PMII Muhaimin Iskandar, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono, Ketua IKA PW PMII Jawa Timur yang juga Bupati Lumajang Thooriqul Haq, Rektor UIN SATU Maftukhin, Stafsus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Antar lembaga Robikin Emhas, Pengurus Cabang NU Tulungagung beserta seluruh badan otonomnya, Ketua Umum PB PMII M.Abdullah Syukri, Ketua Panitia Muspimnas PB PMII 2022 Muhammad Arifin, para Kyai, pimpinan Ponpes, pimpinan ormas, tokoh agama dan alim ulama serta Sahabat/sahabati peserta Muspimnas PMII dari seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Muspimnas PB PMII ke-29 tahun 2022 Muhammad Arifin dalam laporannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh cabang dan koordinator cabang PMII se-Indonesia dalam Muspimnas PMII ini. Hal ini merupakan wujud keseriusan kita dalam menjalankan amanah organisasi. Muhammad Arifin juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Muspimnas PMII ke-29 tahun 2022 ini. Lebih lanjut Muhammad Arifin mengatakan bahwa Muspimnas PMII ini merupakan forum yang sangat penting dan dapat dijadikan Ijtihad bagi PMII untuk mejadi oganisasi yang lebih baik, maju dan mendunia serta memberikan manfaat yang nyata bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Tulungagung bahwa Muspimnas PMII tahun 2022 ini dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung sehingga Kabupaten Tulungagung semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena peserta Muspimnas ini berasal dari seluruh Indonesia.

Selanjutnya Bupati Maryoto Birowo mengatakan bahwa sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama, PMII selalu terdepan dalam mengawal perjalanan bangsa. teguh membela NKRI, teguh membela Pancasila, teguh membela Undang-Undang Dasar 1945, dan teguh dalam membela Bhinneka Tunggal Ika, dan juga konsisten menebarkan toleransi dan kesejukan dalam kehidupan masyarakat indonesia yang majemuk dan beragam. “Saya mengapresiasi kader-kader PMII yang telah menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat, hubbul wathan minal iman, konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama, dan bersifat kritis, solutif demi perbaikan bangsa, serta merawat optimisme generasi muda dengan semangat keislaman dan ke-indonesiaan” ucap beliau.

Lebih lanjut Bupati Maryoto Birowo mengungkapkan bahwa saat ini dunia berubah dengan begitu cepatnya pada semua sektor kehidupan. perubahan selalu tidak ramah terhadap mereka yang tidak siap berubah dan berhenti belajar. Karena itu, kader-kader PMII harus bisa menjadi navigasi perubahan. PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif, membuka diri terhadap hal-hal baru serta mengusai ilmu dan teknologi. Hal ini karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda islam yang akan ikut menentukan maju atau mundurnya Indonesia di masa depan.

Di akhir sambutan Bupati Maryoto Birowo menyampaikan apresiasi kepada PB PMII yang melaksanakan kegiatan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Kabupaten Tulungagung. Dengan semangat semboyan Kabupaten Tulungagung “ayem tentrem mulyo lan tinoto”, beliau berharap agar pelaksanaan Muspimnas PMII tahun 2022 dapat berjalan dengan ayem tentrem, lancar dan selalu menjaga kondusifitas di Kabupaten Tulungagung.

Selanjutnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi saat membuka secara resmi Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun 2022 sore hari ini, mengingatkan adanya tren konservatisme di kalangan millennial. “Tren konservatisme ini dicirikan dengan scriptural plus komunal yang juga menguat,” terang Wamenag. Hal ini berdasarkan riset oleh tim
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di 18 kota/ kabupaten di Indonesia tentang literatur keislaman Generasi Milenial. Hasilnya menunjukkan bahwa generasi milenial sangat memiliki minat untuk melakukan akses terhadap literatur keagamaan. “Masalahnya adalah terletak pada pilihan topik, di mana jihad dan khilafah paling banyak diminati,” ujarnya.

Berkenaan fakta itu, Wamenag pada kesempatan ini mengingatkan PMII akan pentingnya penguatan moderasi beragama dalam pemahaman teks-teks keagamaan dan kehidupan sosial kalangan mahasiswa. “Peran mahasiswa sangat penting sebagai katalisator mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” paparnya.

Selain konservatisme, Wamenag juga mengingatkan PMII akan tantangan revolusi industri 4.0, society 5.0, pasar bebas internet, serta kompetisi dagang global yang semakin terbuka. Bebagai bentuk teknologi digital telah berkembang selama dekade terakhir ini seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), data besar (big data), buku besar digital (blockchain), komputasi awan (cloud computing), Internet untuk Segala Internet of Things (IoT), pembelajaran mesin (machine learning), aplikasi seluler (mobile applications), nano teknologi (nanotechnology), dan sebagainya.

“Era society 5.0, menghadapkan kita pada perubahan yang sangat dinamis, sangat cepat dan serba tidak pasti, serta ditandai dengan hilangnya pekerjaan dan kompetensi yang sudah lama dipersiapkan oleh perguruan tinggi. Menurut Wamenag, kondisi saat ini memaksa semua pihak untuk melakukan akselerasi pemahaman dan penguasaan terhadap teknologi, tidak terkecuali para mahasiswa dan masyarakat perguruan tinggi.
“Sehingga PMII sebagai wadah pergerakan mahasiswa harus cepat merespon jika tidak ingin tertinggal atau ditinggalkan oleh anggotanya yang telah memiliki ekspektasi serta orientasi masa depan yang berbeda. Kemampuan membaca orientasi masa depan masyarakat (future need of the society) yang tepat dan detail sangatlah penting, sehingga proses kaderisasi anggota melalui pendidikan dan pelatihan tidak memproduksi sesuatu yang sudah tidak lagi relevan dengan tantangan zamannya baik skills dan knowledge capacity yang dibutuhkan,” pesannya.

Wamenag berharap melalui Muspimnas PMII ini akan menghasilkan keputusan atau dokumen strategis yang dapat melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang mampu menjawab tantangan dan peluang Indonesia dalam kancah dunia global.

“Pada saat yang sama kita membutuhkan figur pemimpin yang memiliki komitmen kepada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Karena kita sadar bahwa mahasiswa adalah pemimpin masa depan Indonesia,” tandasnya.

error: Content is protected !!