PENINJAUAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) TERBATAS SATUAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

Selasa,(12/04/2022) Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo,MM melaksanakan peninjauan lapangan penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM terbatas) di beberapa satuan pendidikan/ lembaga sekolah di Kabupaten Tulungagung. Beberapa titik lembaga sekolah yang ditinjau yaitu SDN 2 Beji, SMKN 3 Tulungagung dan MAN 2 Tulungagung yang dimulai pukul 10.00 WIB.

Turut hadir dan mendampingi peninjauan sekolah kali ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Rahadi Puspita Bintara, S.E, M.Si, Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung dan Trenggalek Sindhu Widyabadra dan beberapa kepala OPD terkait serta beberapa awak media.

Peninjauan lapangan ini dimaksudkan untuk melihat langsung kesiapan sekolah dan anak didik dalam menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas seiring dengan semakin menurunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Tulungagung. Sesuai dengan Imendagri nomer 20 tahun 2022, Kabupaten Tulungagung berada pada PPKM Level 2, yang memungkinkan satuan pendidikan/lembaga sekolah di Kab.Tulungagung menyelenggarakan metode Pertemuan Tatap Muka Terbatas. Hal tersebut diperkuat dengan adanya SKB 4 menteri yang salah satu butirnya menyepakati bahwa Pemerintah Daerah diharapkan tidak melarang sekolah yang menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, namun tetap harus memenuhi persyaratan.

Dalam kesempatan peninjauan lapangan penerapan PTM terbatas ini, Bupati Tulungagung berkesempatan untuk berdialog langsung dengan pihak sekolah, guru dan peserta didik yang ada di kelas. Beliau menegaskan dan memberi pengarahan ke pihak sekolah untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 kementerian dalam melaksanakan kegiatan belajar tatap muka terbatas ini yaitu:

  1. Peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan sudah divaksin sebanyak 2 kali;
  2. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara terbatas dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku;
  3. Tetap menyediakan sistem pembelajaran jarak jauh/daring;
  4. Peserta didik telah mendapat persetujuan orang tua/wali murid.

Di akhir peninjauan pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas ini, Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo, MM juga memberikan keterangan pers kepada beberapa awak media bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas ini sebenarnya adalah konsep pembelajaran dengan pengaturan dan pembatasan jumlah peserta didik dari jumlah normal menjadi sedikit. Pengaturan ini dilakukan dengan cara mengurangi jumlah peserta didik yang hadir di sekolah dan mengurangi serta mengatur jarak kursi sesuai protokol yang berlaku. Semua itu sudah di atur oleh Inmendagri dan di level pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Tulungagung pedoman pelaksanaannya sudah ditindaklanjuti dengan diterbitkannya SK Bupati Tulungagung nomor: 188.45/271/013/2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Tulungagung yang ditetapkan pada tanggal 5 April 2022.