Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Tulungagung dan sekitarnya, Rumah Sakit Islam Orpeha Tulungagung memiliki inovasi dengan menambah unit baru yaitu Instalasi Hemodialisis yang pada hari ini Kamis (4/4/2019) diresmikan oleh Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM yang bertempat di aula RSUI ORPEHA Tulungagung Jl. KHR. Abdul Fattah no. 21 Desa Batangsaren Kecamatan Kauman.
Acara diawali dengan laporan dari Direktur RSUI Orpeha Tulungagung Dr. H. Laitupa Abdulmutalib, Sp.PD, FINASIM yang menyampaikan bahwa RSUI Orpeha memiliki inovasi dengan penambahan unit Instalasi Hemodialisis yang menangani tentang cuci darah. Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis ” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisismenggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa budaya hidup sehat adalah bagian dari keseharian bangsa ini, disamping itu harapan bersama akan kondisi sehat untuk kita semua sebagai bangsa yang makin bermartabat harus terus ditingkatkan.
Dan kepada segenap jajaran Rumah Sakit dan seluruh insan Kesehatan serta mitra kesehatan dalam melaksanakan pengabdian pelayanan kesehatan di tanah air tercinta dan khususnya di Tulungagung ini harus terus bersemangat dan berdedikasi tinggi, agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan kuat, bangsa yang sehat dan cerdas.
Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir. Penyakit ginjal yang kronis atau kegagalan fungsi ginjal merupakan salah satu penyakit yang memerlukan penanganan cuci darah (dialisis), yaitu suatu cara medis untuk membuang produk sisa dan kelebihan cairan dari dalam tubuh. Hal ini perlu dilakukan jika fungsi ginjal hanya tinggal 5-10 persen dari kapasitas normalnya sehingga fungsi-fungsinya harus digantikan oleh dialisis ginjal atau pencangkokan ginjal. Hemodialisis merupakan bentuk dialisis yang paling umum. Saat ini metode yang paling sering dan populer adalah dengan menggunakan mesin dialisis dimana metode ini bertujuan untuk membuang kelebihan cairan, bahan kimia dan produk sisa dari darah. Di seluruh dunia, diperkirakan 2 juta orang mendapat dialisis setiap tahunnya. Di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini terus terjadi peningkatan jumlah pasien yang mendapatkan dialisis, padahal fasilitasnya terbatas. Begitu juga di Kabupaten Tulungagung banyaknya pasien yang harus menjalani dialisis dan harus ke luar kota, karena Rumah sakit yang ada di Kabupaten Tulungagung belum semuanya memiliki Unit Hemodialisis dan yang adapun belum bisa mencukupi jumlah pasien yang membutuhkan alat tersebut. Oleh sebab itu Unit Hemodialisis tersebut benar benar sangat dibutuhkan di Kabupaten Tulungagung.
Rumah Sakit Umum Islam “ORPEHA” belum memiliki Pelayanan Unit Hemodialisis dan karena jumlah pasien yang berlebihan sehingga tidak bisa menangani semua pasien yang ada, maka pihak Rumah Sakit telah melakukan inovasi dengan menambah pelayanan Unit Hemodialis agar semua masyarakat Tulungagung bisa ditangani, sehingga masyarakat Tulungagung tidak perlu berobat keluar kota.
Saya memberi apresiasi, sungguh sebuah momentum yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan tekad dan semangat kita semua untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan disamping sektor-sektor lainnya. Dan pada kesempatan ini pula, saya mengharap agar seluruh warga masyarakat Tulungagung selalu menjaga kesehatan dan memberikan pendidikan kepada putra putrinya yang lebih baik lagi, sehingga Kabupaten Tulungagung menjadi Kabupaten yang Sehat, Cerdas, bermartabat dan berbudaya serta Ayem Tentrem, Mulyo lan Tinoto.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM didampingi oleh Kepala RSUI ORPEHA Tulungagung, Ketua Yayasan Orpeha, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya layanan Unit Instalasi Hemodialis RSUI Orpeha Tulungagung, serta menjenguk para pasien yang sedang melakukan cuci darah.
Acara selesai pukul 12.30 WIB dengan lancar dan sukses.











