Prosesi Bersih Nagari Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke 813 Tahun 2018

Setelah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung di Halaman Kantor Bupati Tulungagung selanjutnya dilaksanakan Kirab Panji Lambang Daerah menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Dalam acara ini Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM beserta ibu Siyuk Maryoto Birowo berangkat menggunakan kereta kencana yang diikuti Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono SE, M.Si, Kapolres Tulungagung AKBP. Tofik Sukendar, SIK, Dandim 0807 Tulungagung Letkol. Inf. Wildan Bahtiar, SIP, Ketua Pengadilan Negeri Tulungagung, Kejaksaan Negeri Tulungagung, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Ir. Indra Fauzi, MM beserta Ibu juga menggunakan kereta kencana, dan dibelakangnya diikuti Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Camat se-Kabupaten Tulungagung, perwira Polres Tulungagung, Perwira Kodim 0807 Tulungagung, pejabat eselon III mengikuti dengan naik becak yang sudah disiapkan oleh panitia.

Melalui kirab tumpeng Bersih Nagari ini diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan sebagai salah satu bentuk budaya dan kearifan lokal yang tidak dimiliki daerah lain.

Sebelum menjadi rebutan warga, tumpeng raksasa diarak terlebih dahulu dari halaman kantor Pemkab Tulungagung menuju Pendopo Tulungagung. Tumpeng raksasa yang berisi nasi kuning disebut tumpeng lanang dan tumpeng yang berisi hasil bumi disebut buceng wadon.

Iring-iringan abdi dalem berpakaian adat tradisional Jawa berjalan di depan arak-arakan tumpeng raksasa dalam Ritual Bersih Nagari di Tulungagung. Tradisi bersih negeri yang diwarnai pesta rakyat rebutan tumpeng lanang dan buceng wadon itu sebagai bentuk ruwatan daerah dan untuk memperingati hari jadi ke-813 Kabupaten Tulungagung.

Upacara adat ini diselenggarakan dengan maksud agar warga Tulungagung selalu hidup dalam kemakmuran dan juga untuk melestarikan budaya leluhur. Usai didoakan, dua tumpeng raksasa yang berisi sesaji lengkap dengan lauk pauknya dan hasil bumi ini langsung menjadi rebutan ratusan warga. Warga percaya, bila mendapatkan salah satu sesaji dan hasil bumi maka akan mendapat keberkahan.

error: Content is protected !!