PROSESI UPACARA ADAT JAMASAN PUSAKA TOMBAK KANJENG KYAI UPAS

Bertepatan pada hari Jum’at Pahing, tanggal 10 Muharam 1446 H atau tanggal 10 Suro dalam kalender Jawa, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Prosesi Upacara Adat Jamasan Pusaka Tombak “Kanjeng Kyai Upas” yang bertempat di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung, (19/7/2024).

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan penyambutan Pj. Bupati Tulungagung DR. Ir. Heru Suseno, MT dengan tarian Gambyong dan Reog Kendang serta pengalungan bunga kepada Pj. Bupati Tulungagung. Hadir juga dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono, S.Sos, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si, Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Tokoh Agama, Tokoh Pemuka Adat dan Tokoh Budayawan, Keluarga Pringgo Koesoeman Kepatihan, Pimpinan Paguyuban Permadani DPP Kabupaten Tulungagung, Pimpinan Lembaga Adat, Pimpinan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Budayawan, Seniman, Wadya Wimbasara Ndalem Pringgo Koesoeman dan tamu undangan lainnya.

Acara Dilanjutkan dengan laporan dari Panitia oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung Drs. Bambang Ermawan M.Pd yang menjelaskan maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini, adalah :

  1. Mengembangkan nilai-nilai tradisi budaya para leluhur yang Adi Luhung.
  2. Melestarikan kekayaan tradisi budaya di Kabupaten Tulungagung sebagaimana yang tertuang dalam pokok pikiran kebudayaan daerah.
  3. Mewujudkan program nasional yaitu kemajuan kebudayaan.

Selanjutnya, Pj. Bupati Tulungagung DR. Ir. Heru Suseno, MT dalam sambutannya menyampaikan penyelenggaraan prosesi Upacara Adat Jamasan Pusaka Tombak “Kanjeng Kyai Upas” ini adalah budaya para leluhur yang telah dilaksanakan secara turun temurun setahun sekali setiap hari Jum’at tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa.
“Jamasan tombak Kanjeng Kyai Upas ini memiliki nilai-nilai budaya yang luhur dan merupakan salah satu kearifan lokal bagi masyarakat Tulungagung yang dapat menambah catatan sejarah di Kabupaten Tulungagung,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pj. Bupati Heru menambahkan, upacara adat Jamasan Tombak Kanjeng Upas ini mengandung maksud bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa dan sekaligus sebagai permohonan doa, agar di masa yang akan datang masyarakat Tulungagung bisa terhindar dari segala malapetaka, tetap kondusif, damai, aman serta semakin sejahtera.

Di akhir sambutan Pj. Bupati Heru Suseno juga berpesan kepada masyarakat Tulungagung untuk senantiasa menjaga dan memelihara Pendopo Kanjengan sebagai salah satu tempat “petilasan” sejarah di Kabupaten Tulungagung.

Seusai Pj. Bupati Tulungagung memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan ritual upacara prosesi Jamasan dengan penuh khidmat, diiringi gending jawa mogang dan lantunan doa Dzikir, Tahlil dan pembacaan Surah Yasin pada proses jamasannya.

Sebagai penutup rangkaian acara Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas, dilaksanakan acara selamatan atau wilujengan yang diikuti oleh semua yang hadir.

Tujuan acara selamatan ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas, seraya memanjatkan do’a semoga masyarakat Kabupaten Tulungagung senantiasa mendapatkan keberkahan dan keselamatan dunia dan akhirat.

error: Content is protected !!