RAPAT TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN (TKPK) DAN LAUNCHING PROGRAM PRAKARSA PLUS KABUPATEN TULUNGAGUNG

Kamis, (30/11/2023), bertempat di Hall Crown Victoriya Hotel, mulai pukul 09.00 WIB. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Bappeda Kab. Tulungagung menyelenggaram kegiatan Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Launching Program Prakarsa Plus Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan yang dibuka oleh Pj. Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, MT, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono, S.Sos, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, Ketua Baznas Tulungagung KH. Syamsul Umam, Guru Besar Unair Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si., beberapa Asisten dan Staf Ahli, serta Kepala Perangkat lingkup Kabupaten Tulungagung, Camat se Kabupaten Tulungagung, serta tamu undangan dan stakeholder terkait.

Laporan ketua panitia kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung Erwin Novianto, ST, MT menyampaikan, bahwa tiga tahun terakhir ini, fokus pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan tidak hanya pada upaya mengurangi kemiskinan makro, tetapi juga mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Untuk itu, Kabupaten Tulungagung telah melakukan berbagai strategi baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, diantaranya:

  1. Percepatan realisasi belanja APBD di triwulan pertama untuk menopang rendahnya perekonomian pada triwulan tersebut;
  2. Distribusi jaminan sosial tepat waktu;
  3. BLT Rentan Miskin Ekstrem;
  4. Program Asistensi Kesejahteraan Lanjut Usia (PRAKARSA), yang akan kami sempurnakan menjadi PRAKARSA PLUS melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa dan BAZNAS;
  5. Program Padat Karya Infrastruktur;
  6. Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Desa migran Produktif ; dan
  7. Penyediaan Data yang valid dan akurat melalui Aplikasi SIPEKA TETULUNG
    Kepala Bappeda Erwin Novianto juga menjelaskan maksud dan tujuan diselenggarakan acara ini, yakni :
  8. Membangun komitmen dan kolaborasi multipihak dalam rangka percepatan penurunan kemiskinan;
  9. Mendorong komitmen Pemerintah Desa dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan;
  10. Mendorong pemanfaatan data terpadu penanggulangan kemiskinan; dan
  11. Meningkatkan efektivitas program penanggulangan kemiskinan.
    Di sela rangkaian acara, dilaksanakan penyerahan Bantuan Simbolis (Prakarsa Plus, BSM, Sembako, Bantuan Modal Usaha Penyandang Disabilitas) oleh Pj. Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, MT, bersama Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono, S.Sos, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, Ketua Baznas Tulungagung KH. Syamsul Umam, Guru Besar Unair Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si.

Selanjutnya, Pj. Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, MT dalam sambutannya memaparkan, sebagaimana diketahui Pemerintah menetapkan delapan arah kebijakan prioritas Tahun 2023. Salah satunya pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, dimana target bebas dari kemiskinan ekstrem pada akhir tahun 2024. Berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, tingkat kemiskinan Kabupaten Tulungagung pada tahun 2023 termasuk rendah yaitu sebesar 6,53%. Selama tiga tahun terakhir Kabupaten Tulungagung menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah kedua setelah Kabupaten Sidoarjo.

Pj. Bupati Heru juga menjelaskan, adanya trend penurunan kemiskinan ini menandakan bahwa penanganan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung membutuhkan kebijakan yang benar-benar dapat menyelesaikan akar masalah, bukan hanya perbaikan konsumsi saja. Namun disisi lain kemiskinan ekstrem menurun dimana tahun 2020 sebesar 1,43 % tahun 2021 turun menjadi 0,94 % dan Maret 2022 data BPS menyatakan miskin ekstrem Tulungagung 0 %. Angka zero ini kami harapkan tidak dimaknai dengan telah berhasilnya tugas kita, namun lebih dari itu kita punya tanggung jawab yang berat yakni mendorong penduduk yang sangat miskin tidak masuk pada garis kemiskinan ekstrem.

Pj. Bupati Heru berharap, keberadaan Program PRAKARSA Plus ini dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan sehingga dapat meningkatkan efektivitas pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tulungagung. Peran dari pemerintah desa dan BAZNAS menjadi penting karena kontribusi langsung dari mereka dalam penyediaan bantuan berupa sembako kepada lansia diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan lansia miskin di Kabupaten Tulungagung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Launching Prakarsa Plus yang ditandai tabuh gong oleh Pj. Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, MT. Selanjutnya disusul dengan paparan materi oleh beberapa narasumber, diantaranya Paparan Bappeda Provinsi Jawa Timur dengan tema “Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur melalui video converence, serta Paparan DPMD Kabupaten Tulungagung dengan tema “Peran Desa dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Tulungagung”.

error: Content is protected !!