REMBUK STUNTING KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2024

Selasa, (7/5/2024), dalam rangka percepatan penurunan stunting tahun 2024, Kabupaten Tulungagung sebagai lokus penanganan stunting ditindaklanjuti oleh Pemerintah dengan melaksanakan Rembuk Stunting Kabupaten Tulungagung Tahun 2024 yang bertempat di Hall Yudhistira Barata Tulungagung mulai pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan ini Pj. Bupati Tulungagung DR. Ir. Heru Suseno, MT, Pj. Ketua TP PKK Kab. Tulungagung Ny. Diana Puspitasari Heru Suseno, Sekretaris Daerah Kab. Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.Si beserta istri, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Perangkat Daerah lingkup Kab. Tulungagung, serta Camat dan Kepala Desa khususnya Lokus Penanganan Stunting.

Kepala Dinas KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tulungagung Drs. Suparni, MM dalam laporannya menyampaikan, penanganan Percepatan Penurunan Stunting merupakan program prioritas nasional sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024, dimana stunting menjadi ancaman utama terhadap kualitas hidup, produktifitas dan daya saing manusia. Untuk mencegah dan menangani permasalahan stunting dilakukan pendekatan multisektoral melalui intervensi layanan spesifik dan sensitif secara konvergensi/terintegrasi yang dilakukan di tingkat pusat, daerah hingga Desa/Kelurahan.

Lebih lanjut, Kepala Dinas KBPPPA Tulungagung menambahkan, bahwa secara prevalensi berdasarkan bulan timbang angka stunting Tulungagung termasuk dalam kategori rendah dan terus menunjukkan tren yang positif, yakni pada tahun 2023 sebesar 3,96%. Akan tetapi, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting mengalami peningkatan, mengingat kondisi stunting di Tulungagung masih tinggi, maka perlunya menyamakan langkah melalui Rembuk Stunting ini, agar tujuan atau Goal kita bersama dalam mewujudkan Tulungagung Sehat dan Zero Stunting segera terwujud.

Sementara itu, dalam sela rangkaian acara Pj. Bupati Tulungagung DR. Ir. Heru Suseno didampingi Pj. Ketua TP PKK Kab. Tulungagung Ny. Diana Puspitasari Heru Suseno membuka secara resmi acara Rembuk Stunting yang ditandai dengan pemukulan gong.

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama, Pj. Bupati Tulungagung DR. Ir. Heru Suseno dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dalam kerangka pembangunan manusia, permasalahan stunting telah menjadi salah satu bagian dari “TRIPLE BURDEN OF MALNUTRITION”, yang harus ditangani sejak dini. Menegaskan arahan Bapak Presiden pada Rakornas Kepala Daerah, bahwa kita harus menekan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting pada anak dan memanfaatkan teknologi serta platform aplikasi dalam memantau stunting di daerah.

Untuk itu, Pj. Bupati Heru Suseno menghimbau kepada seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah termasuk Tim Penggerak PKK untuk melaksanakan aksi kreatif yang mengusung tema lokal dan menggerakkan masyarakat ke Posyandu agar kasus stunting dapat segera ditemukan dan ditangani sehingga target zero stunting di tahun 2030 dapat tercapai.

Pj. Bupati Heru Suseno juga berharap, Point terpenting, adalah bagaimana agar semua lapisan masyarakat terjangkau, terlayani dan meningkat kapasitasnya dalam penanggulangan stunting dan kemiskinan, seperti semangat SDGs yaitu No One Left Behind, oleh karena itu semangat keterpaduan/integrasi harus didorong. Pelaksanaan pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu/terintegrasi baik dari sektor pemerintah, swasta, masyarakat, media, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan maupun akademisi.

Acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Penanganan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tulungagung Tahun 2024 oleh beberapa Narasumber.

error: Content is protected !!