SENAM AEROBIC MASSAL PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA TAHUN 2022

Kamis (01/12/2022) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan senam massal dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2022.

Acara senam massal yang digelar di sisi Timur Aloon-Aloon Tulungagung ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas pegiat, penderita, mahasiwa dan pelajar, perangkat daerah terkait serta perwakilan pengusaha yang tergabung dalam HIPMI dan para sponsor.

Relawan dan aktivis pegiat peduli HIV AIDS, turut membagikan bunga dan leaflet sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, terang Sekretaris KPA Tulungagung Ifada Nur Rohmania.

Bahwa infeksi HIV masih menjadi permasalahan global dan nasional. Di Indonesia, prevalensi HIV di sebagain besar wilayah adalah 0,26%. Termasuk di Kabupaten Tulungagung prevalensi pada usia dewasa adalah 0,21%. Secara kumulatif temuan kasus HIV mulai tahun 2006 hingga Oktober Tahun 2022 sejumlah 3.177 kasus dengan rentang usia terbanyak pada 25-49 tahun (68,65%) dan faktor resiko terbesar melalui transmisi seksual (97%).

Hari AIDS sedunia, 1 Desember menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan semua baik Pemerintah Daerah, LSM, swasta dan masyarakat harus bersinergi dan bergandengan tangan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Tulungagung. Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2022 mengusung tema “Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS, Tulungagung Tanpa Stigma” yang merupakan perpaduan tema nasional dan kearifan lokal di Kabupaten Tulungagung. Setara memiliki arti Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) itu sejajar dengan manusia lain yang sehat, sehingga tidak boleh ada stigma dan diskriminasi. ODHA tetap dapat hidup normal dan produktif/berdaya untuk dirinya, keluarga dan masyarakat.

Pesan kunci dalam peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2022 yakni memasifkan promosi pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dengan memanfaatkan media digital dan teknologi terbarukan; perluasan akses pencegahan, tes dan pengobatan untuk semua, serta Capaian U, untuk menurunkan infeksi baru HIV, pemeriksaan VL untuk semua dan meminimalkan lost to follow up.

Sinergitas penanggulangan HIV AIDS mengalami proses yang panjang, dimana konsep ini sikenal dengan pentahelix yang artinya unsur pemerintah, akademisi, badan/pelaku usaha, masyarakat dan komunitas, budayawan dan media bersatu padu, berkoordinasi dan berkomitmen dalam penanggulangan HIV AIDS.

Melalui momen ini diharapkan sinergitas penggiat HIV AIDS, dari berbagai komponen baik Perangkat Daerah, Anggota KPA, LSM, akademisi, relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media melalui peran masing-masing dalam Penanggulangan HIV AIDS menuju Tulungagung Tanpa Stigma dan Three Zero HIV AIDS Tahun 2023, terang Chandra selaku panitia.

Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE menyampaikan bahwa mereka (ODHA) adalah juga warga masyarakat yang harus dirangkul, jangan ada kotak-kotak/menstigma.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, MMRS, “Jauhi virusnya, jangan orangnya”.

Untuk menandai Tulungagung Tanpa Stigma, dihadirkan keluarga ODHA untuk menerima Bantuan secara simbolis, berupa Program Mitigasi Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tulungagung senilai Rp 2.000.000,- yang diserahkan oleh Wakil Bupati Tulungagung.

Untuk memeriahkan acara, juga dilakukan pembagian doorprize serta pengundian berbagai hadiah diantaranya sepeda MTB, lemari es, mesin cuci serta hadiah menarik lainnya.

error: Content is protected !!