Sosialisasi dan Penyerahan Sarana Bantuan Pemerintah Program Prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Pertanian

Pada hari ini Kamis (28/3/2019) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Sarana Bantuan Pemerintah Program Prioritas, Sosialisasi Gemar Makan Ikan dan Pengolahan Hasil Perikanan yang dirangkaikan dengan kunjungan kerja anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Komisi IV di Kabupaten Tulungagung, kegiatan dilaksanakan di Patai Klatak Desa Keboireng Kecamatan Besuki. Acara yang dimulai dari jam 08.00 WIB dan dihadiri oleh kurang lebih 500 orang.

Adapun rangkaian kegiatan melaksanakan antara lain :

1. Restocking benih ikan kakap putih yang dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Tulungagung, Anggota Komisi XI DPR RI, Anggota komisi IV BPK RI, KKP dan Kementan di Pantai Klatak Desa Keboireng Kecamatan Besuki.

2. Gerakan “Ayo Makan Ikan Mencegah Stunting”, Demo makan ikan bersama 200 anak sekolah, demo masak ibu nelayan/PKK;

Dilanjutkan dengan sambutan dari :

1. Ir. Endang Sri Utami, MT yang dalam hal ini sebagai perwakilan dari Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM dan sekaligus membacakan sambutan dari Plt. Bupati Tulungagung mengucapkan selamat datang kepada anggota BPK RI, anggota DPR RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dan Kementerian Pertanian RI. Dan sambutan yang saya sampaika bahwa sektor pertanian dan perikanan diKabupaten Tulungagung memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian. Selain memberikan kontribusi langsung berupa efek pengganda yaitu keterkaitan input dan output industri, konsumsi dan investasi yang cukup besar. Hasil produksi sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung berupa padi, jagung dan kedelai. Sedangkan produk perikanan di hasilkan dari tangkapan laut dan perairan umum daratan, juga bersumber dari usaha budidaya baik budidaya laut, payau ataupun air tawar.

Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu sentra budidaya ikan air tawar di Propinsi Jawa Timur. Komoditas perikanan yang di budidayakan terdiri dari ikan hias dan ikan konsumsi. Kabupaten Tulungagung memiliki kawasan minapolitan dengan kawasan inti di Desa Gondosuli Kecamatan Gondang. Pemasaran budidaya ikan hias juga telah menembus pasar internasional. Sedangkan dalam industri pengolahan ikan, Kabupaten Tulungagung telah memiliki 2 (dua) unit rumah fillet ikan patin dimana setiap harinya mampu mengolah 15 ton ikan patin.

Sebagai sentra budidaya ikan air tawar, Kabupaten Tulungagung setiap harinya mampu memproduksi 50 ton ikan patin, 30 ton ikan lele dan 25 ton ikan gurame. Sebagian besar produksi ikan untuk memenuhi permintaan pasar di luar Kabupaten Tulungagung. Dalam statistik perikanan produksi perikanan pada tahun 2018 menunjukkan total produksi budidaya ikan konsumsi sebanyak 36.909,19 ton, ikan hias sebanyak 52.428.770 ekor, sedangkan produksi ikan tangkapan 5. 781,24 ton. Keberhasilan pembangunan perikanan tidak lepas dari peran Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selama ini KKP telah memberikan supportnya melalui program-program yang telah diberikan seperti program sertifikasi tanah untuk nelayan dan pembudidaya ikan, gerakan pakan ikan mandiri, bantuan pakan dan benih ikan serta pembangunan sarana prasarana bidang Kelautan dan Perikanan melalui DAK. Selain itu kita juga bekerjasama dengan balai-balai milik Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti BBPBAP Jepara, BPBAP Situbondo DAN BRPI Sukamandi.

Dalam rangka peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman padi salah satu sektor pangan yang dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pertanian adalah revitalisasi jaringan irigasi yang merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman padi. Disamping itu untuk mendukung pengembangan mekanisme pertanian sekaligus untuk mengurangi permasalahan ketersediaan tenaga kerja, maka Kementerian Pertanian juga telah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2018.

Para petani, nelayan dan pembudidaya ikan dalam hal menambah permodalan usahanya sudah tidak asing lagi dengan layanan perbankan seperti program KUR Pemerintah Pusat. Selain itu juga ada program hulu hilir agromaritim bidang kelautan dan perikanan Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang melalui Bank Jatim. Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu pilot project perdana program hulu hilir pada tahun 2018 dengan komoditas Cat Fish sebesar Rp. 12.710.000.000,00 (Dua Belas Milyar Tujuh Ratus Sepuluh Juta Rupiah) telah disalurkan ke pembudidaya ikan lele dan patin.

Disamping keberhasilan yang telah dicapai masih banyak hal yang perlu dikembangkan seperti Pengembangan Sarana Pemasaran, Pengembangan Pakan Mandiri, Pengembangan Industri Pengolahan dan Pengembangan Armada Penangkapan Ikan. Oleh karena itu untuk mendorong percepatan pembangunan sektor perikanan dan pertanian perlu dukungan berbagai pihak baik dari masyarakat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Pusat dan Pihak Swasta. Saya yakin dengan sinergi yang baik dari berbagai pihak kita mampu meningkatkan kesejahteraan kesejahteraan masyarakat. Lapangam pekerjaan dari sektor perikanan juga akan semakin terbuka sehingga Kabupaten Tulungagung yang Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto bisa terwujudkan.

2. Dr. Suseno Sukoyono Staf Ahli Menteri Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang menyampaikan bahwa sekarang ini Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mengenalkan produk ikan patin ke pangsa pasar Amerika terutama produk ikan patin dari Kabupaten Tulungagung, karena mutu ikan patin di Indonesia terutama di Kabupaten Tulungagung merupakan jenis premium.

3. Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec, Dev Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan, Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa bantuan alat pertanian ini bisa bermanfaat dan diberdayakan dengan baik, serta dirawat dengan baik agar semua bisa mendapatkan manfaatnya dari bantuan alat dan mesin pertanian ini.

4. Eva Kusuma Sundari (Komisi XI DPR-RI)

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada masyarakat penerima bantuan yang juga disaksikan oleh Anggota BPK-RI Komisi IV Prof. Dr. H. Rizal Djalil, M.M. Adapun bantuan tersebut antara lain :

15 unit Traktor roda 2

– 5 unit Cultivator

– 10 pompa air

– 30 unit hand sprayer electrick

– 10 power thresher

– 5000 ekor benih ikan kerapu

– 5000 kg pakan ikan lele

– 5000 ekor benih ikan kakap putih

– 7000 kg pakan ikan patin

– 3 paket probiotik

– 318 Premi asuransi Jasindo

– 268 sertifikat hak tanah atas tanah nelayan

– 4 kelompok alat pancing

– 2171 kartu kusuka

– 4 unit chest freezer

– 35 org penerima Beasiswa politeknik KP Taruna

– Sarana wisata bahari

 

Daftar Kehadiran

1. Prof. Dr. H. Rizal Djalil, M.M (Anggota IV BPK-RI)

2. Eva Kusuma Sundari (Komisi XI DPR-RI)

3. Ir. Endang Sri Utami (Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kab Tulungagung)

4. Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec, Dev Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan, Kementerian Pertanian

5. Dr. Suseno Sukoyono Staf Ahli Menteri Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga. Kementerian Kelautan dan Perikanan;

6. Ir. Agus Dermawan. M.Si , Sesditjen Pengelolaan Ruang Laut;

7. Machmud, SP, M.Sc Direktur Pemasaran, Ditjen Penguatan Daya Saing Kelautan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan;

8. Dr. lilly Aprilya Pregiwati, S.Pi, M.Si, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar negeri

9. Ir. Tri Susetyo, MM, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian;

10. OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung;

11. Muspika Kecamatan Besuki;

12. Kepala Desa Keboireng Kecamatan Besuki;

13. Nelayan, pembudidaya ikan dan Kelompok Pertanian penerima bantuan.

Kegiatan selesai pukul 12.00 WIB dengan lancar dan sukses.

error: Content is protected !!