Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada hari ini Jum’at (21/9) menyelenggarakan Upacara Adat Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas yang bertempat di Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung.
Pusaka Kyai Upas adalah sebuah pusaka berbentuk tombak dengan panjang bilah kira-kira 35 cm, dengan ditopang landhean sepanjang 4 m. Pada bilah bagian bawah terdapat hiasan berbentuk huruf arab dengan lafal Alloh dan Muhammad. Pusaka tombak Kyai Upas merupakan pusaka milik masyarakat Tulungagung yang diyakini masih mempunyai daya magis/bertuah (dikisahkan pada masa penjajahan Belanda mampu menolak musuh sehingga tidak bisa masuk kota Tulungagung) sehingga pusaka Kyai Upas mendapat perhatian dari masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam bentuk Upacara Adat Ritual Jamasan Pusaka yang dilaksanakan satu tahun sekaki yang pelaksanaannya jatuh pada hari Jum’at setelah tanggal 10 bulan Suro (Jawa). Acara ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.
Dalam sambutannya Plh. Bupati Tulungagung Ir. Indra Fauzi, MM menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan ini mengajak kepada yang hadir dalam acara ini dan masyarakat Kabupaten Tulungagung untuk berdo’a memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Tulungagung tetap kondisif, tertib dan aman terhindar dari segala mara bahaya serta semakin sejahtera. Plh. Bupati Kabupaten Tulungagung Ir. Indra Fauzi, MM membuka kegiatan Prosesi Jamasan Tombak Kanjeng ” Kyai Upas.
Acara juga dihadiri oleh :
1. Unsur Forpimda Kabupaten Tulungagung;
2. Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung;
3. Camat se-Kabupaten Tulungagung;
4. Lurah se-Kecamatan Tulungagung;
5. Pimpinan Lembaga di Kelurahan Kepatihan;
6. Perangkat Kelurahan Kepatihan;
7. Warga Kasepuhan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI);
8. Ketua dan Anggota Paguyuban PERMADANI DPD Kabupaten Tulungagung;
9. Seluruh Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se Kelurahan Kepatihan;
10. Seluruh Keluarga Pringgo Koesoeman;
11. Seluruh yang Madya Wimbasara;











