WORKSHOP PENGGIAT P4GN TAHUN 2024

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Workshop Penggiat Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Narkotika (P4GN) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, pada hari Kamis, (13/6/2024), yang bertempat di Jamboo Kingdom Hotel Tulungagung mulai pukul 09.00 WIB.

Ketua Tim Kerja Seksi P2M, Suroso, S.Sos., MM dalam laporannya menjelaskan, bahwa tema kegiatan dimaksud, yakni “Mewujudkan Kabupaten / Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung”, yang mana kegiatan ini diharapkan menjadi media untuk meningkatkan kemampuan Penggiat P4GN guna mencari solusi terhadap permasalahan dalam upaya P4GN, serta kendala yang dialami, khususnya pada Implementasi pelaksanaan kebijakan KOTAN.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BNN Kabupaten Tulungagung Rose Iptriwulandhani, S.Psi., M.M., Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung Drs. Bambang Triono, MM, Praktisi Public Speaking UIN SATU Tulungagung Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I., Psikolog dari Biro Konsultasi Psikologi, Ifada and Partner’s Tulungagung Ifada Nur Rokhmaniah, M.Psi., Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya & Agama, Bakesbangpol Kab. Tulungagung Windoe Rahardjo, S.Pd., M.M, serta para undangan dari OPD dan Stakeholder terkait.

Kepala BNN Kabupaten Tulungagung Rose Iptriwulandhani, S.Psi., M.M dalam sambutannya menyampaikan, kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai upaya

Lebih lanjut disampaikan, pada tahun 2023 terjadi penurunan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Hasil survey prevalensi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh BNN dengan BPS dan BRIN, bahwa angka prevalebsi penyalahgunaan di Indonesia mengalami penurunan menjadi 1,73% atau 3,3 juta orang penduduk di Indonesia pada rentang usia 15 s/d 64 tahun, jika dibandingkan dengan tahun 2021, dimana angka prevalensi menurun sebesar 0,22%.

Pada wilayah perkotaan, kelompok setahun pakai menurun sebanyak 0,13 menjadi 2,10% atau menjadi 4 juta orang jika dibandingkan dengan tahun 2021. Sedangkan untuk yang pernah mengalami penurunan 0,24 menjadi 2,77% atau 5,2 juta dibanding hasil penelitian tahun 2021. Hasil ini menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten/Kota sudah mulai tanggap akan ancaman bahaya narkoba. Setiap pemerintah Kabupaten/Kota melakukan langkah-langkah efektif dalam melaksanakan kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman (KOTAN).

Kepala BNNK Tulungagung dalam kesempatan ini menghimbau, bahwa dengan adanya peran serta dan partisipasi instansi pemerintah, maka akan dapat sebagai role model bagi masyarakat kabupaten Tulungagung. Sekaligus sebagai stakeholder yang memiliki kewenangan dalam membuat kebijakan, sehingga diharapkan mampu mengolaborasi dan memobilisasi sumberdaya yang dimiliki oleh seluruh komponen di daerah, serta dapat memperkuat kemampuan dalam mengantisipasi, mengadaptasi dan mengatasi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan 4 (Empat) Narasumber dengan tema :

  1. Strategi Pemerintah Daerah dalam Upaya Memberdayakan Masyarakat Anti Narkoba
  2. Komunikasi Efektif pada Penggiat Anti Narkoba
  3. Pengembangan Karakter Penggiat P4GN di Instansi Pemerintah
  4. Penyusunan Rencana Aksi P4GN (Action Plan)
error: Content is protected !!