Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa), Siap Berkolaborasi Untuk Penanggulangan TBC di Kabupaten Tulungagung

Tulungagung, 23 Desember 2022, Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit TBC masih menjadi masalah kesehatan serius di seluruh dunia yang tak kunjung usai. Termasuk di Indonesia kasusnya masih terus meningkat dan telah memakan banyak korban jiwa. Pengobatan pada pasien TBC berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Obat TBC diberikan gratis oleh pemerintah melalui puskesmas atau fasilias pelayanan kesehatan lain yang ditunjuk.

Ketua Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Cabang Tulungagung, Cut Mala Hayati Anshari, S.KM menyatakan bahwa dengan lamanya proses pengobatan dan efek samping obat merupakan kendala dalam keberhasilan pengobatan, tidak sedikit pasien TBC yang mangkir atau tidak melanjutkan pengobatan dikarenakan hal tersebut. Maka dari itu selama proses pengobatan perlu dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Kader TBC. Dalam hal ini, Yabhysa berperan dalam pemberdayaan Kader TBC, mulai dari pelatihan hingga peningkatan kapasitas. Peran Kader TBC dalam upaya eliminasi TBC sangatlah besar, kegiatan yang dilakukan Kader TBC dalam pendampingan pasien bisa sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO), pengantar OAT, dan merujuk kontak erat dengan pasien untuk mendapatkan TPT. Selain itu, Kader TBC juga membantu dalam mencari terduga dan juga ternotif TBC dengan cara penyuluhan dan Investigasi Kontak (IK).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kab. Tulungagung, Didik Eka S. P., S.KM, M.Si menyatakan terdapat beberapa capaian indikator utama dalam pelayanan TBC, dimana salah satu indikator yaitu capaian suspek TBC masuk dalam indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Per 22 Desember 2022, Capaian suspek mencapai 12.384 atau 93,47% dari target 13.249. Harapannya, di sisa hari pada Bulan Desember ini capaian suspek bisa mencapai 100%. Upaya yang dilakukan untuk membantu mencapai target adalah berkolaborasi dengan OPD terkait seperti Dinas Pendidikan, Kementerian Agama dan Lapas. Kegiatan kolaborasi yang dimaksud adalah melakukan screening masal di sekolah, pondok pesantren dan lapas.

Dukungan pemerintah Kabupaten Tulungagung terhadap penanggulangan TBC ini adalah adanya komitmen kebijakan, diantara lain Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis dan Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 36 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Tulungagung Tahun 2017 – 2021.

Dalam RAD TB 2017-2021, terdapat 6 strategi kegiatan utama yang merupakan 6 pilar kegiatan yang saling melengkapi dalam mendukung penanggulangan tuberkulosis, yaitu : (1) Penguatan kepemimpinan program TB di Kabupaten Tulungagung, (2) Peningkatan akses layanan “TOSS-TB” yang bermutu, (3) Pengendalian faktor resiko, (4) Peningkatan kemitraan melalui forum koordinasi Tuberkulosis, (5) Peningkatan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan Tuberkulosis, (6) Penguatan managemen program melalui penguatan sistem kesehatan. Dalam pelaksanaan 6 pilar kegiatan tersebut, diperlukan peran komunitas, stakeholder, dan multisektor dalam penanggulangan TBC secara komprehensif.

Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwa dalam penanggulangan penyakit TBC ini membutuhkan dukungan dan peran berbagai sektor, dari sektor pemerintah hingga sektor swasta, baik bidang Kesehatan maupun non Kesehatan. Maka dari itu, “Siap Berkolaborasi Untuk Penanggulangan TBC di Kabupaten Tulungagung” sehingga dapat terwujud Eliminasi TBC di tahun 2030.

error: Content is protected !!