Pemkab Tulungagung Resmi Buka Sosialisasi Bulan Dana PMI 2026: Dorong Kepedulian Sosial dan Akuntabilitas Layanan Kemanusiaan

Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung secara resmi meluncurkan kegiatan Sosialisasi Bulan Dana Palang Merah Indonesia Tahun 2026 di Tulungagung, Rabu (29/7/2026). Peluncuran ini menjadi awal pelaksanaan penggalangan dana kemanusiaan yang akan berlangsung selama tiga bulan penuh, mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026. 

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M., Sekretaris Daerah, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pengurus PMI Kabupaten dan Kecamatan, serta jajaran pengusaha, sektor perbankan, dan direktur rumah sakit se-Kabupaten Tulungagung.  

Ketua PMI Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., menyampaikan bahwa gerakan Bulan Dana PMI 2026 berlandaskan pada Surat Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Nomor 035/02.06.00/ORG/1/2026 serta Keputusan Bupati Tulungagung Nomor 100.3.3.2/282/20.01.03/2026 dan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/343/20.01.03/2026. 

Sasaran penggalangan dana ini mencakup berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Tulungagung, antara lain Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, POLRI, pelaku usaha, perbankan, mahasiswa, hingga siswa-siswi SD sampai SLTA.  

“Tujuan utama pelaksanaan Bulan Dana PMI setiap tahun adalah untuk menggugah kesadaran dan kepekaan sosial masyarakat. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara sukarela dalam membantu sesama tanpa membedakan latar belakang agama, suku, ras, maupun pandangan politik,” tegas Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi. 

Sebagai bentuk komitmen transparansi, PMI Tulungagung memaparkan perolehan Bulan Dana PMI Tahun 2024 yang berhasil terkumpul sebesar Rp 348.904.500,-.

Dari jumlah tersebut, alokasi dana telah disalurkan secara nyata untuk berbagai kegiatan kemanusiaan : 
15% (Rp 52.335.675,-) disetorkan kepada PMI Pusat dan PMI Provinsi Jawa Timur. 
85% (Rp 296.568.825,-) dimanfaatkan untuk operasional layanan sosial di Kabupaten Tulungagung, di antaranya : 
– Layanan Ambulans Gratis dalam kabupaten selama 1 tahun penuh. 
– Bantuan Air Bersih sebanyak 500.000 liter untuk masyarakat terdampak kekeringan di 9 kecamatan. 
– Pengadaan Armada & Peralatan : Ambulans Jenazah Luxio, peralatan vertical rescue, dan pompa air. 
– Pembinaan Relawan & PMR : Latihan Gabungan bagi ±1.700 relawan/PMR serta pengiriman kontingen Jumbara Provinsi di Gresik. 
– Tim Kesehatan : Siaga medis untuk Lebaran, Natal, Tahun Baru, event olahraga, serta pemberangkatan/penjemputan Jamaah Haji Tulungagung. 

Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M., memberikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada jajaran PMI yang terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, Plt. Bupati menekankan empat faktor kunci keberhasilan Bulan Dana PMI 2026, yaitu: Sosialisasi yang profesional, Tata mekanisme yang akurat, Tata kelola yang transparan, serta Peran aktif petugas lapangan.

“Sosialisasi harus dilakukan secara persuasif dan humanis. Penentuan sasaran maupun besaran partisipasi harus disusun secara bijak agar tidak membebani masyarakat. Selain itu, tata kelola dana harus transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik terhadap PMI,” pesan Plt. Bupati Ahmad Baharudin. 

Pemerintah Kabupaten Tulungagung optimistis dengan potensi ratusan sekolah, instansi pemerintahan, BUMN/BUMD, dan dunia usaha di Tulungagung, target pencapaian Bulan Dana PMI tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal untuk mendukung tugas-tugas kemanusiaan selanjutnya. (rat/diskominfotulungagung)

error: Content is protected !!