Sambut HUT RI Ke-81, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pameran Produk Unggulan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama jajaran Forkopimda dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Gerakan Pangan Murah diselenggarakan sebagai upaya pemerintah daerah menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Selain memeriahkan peringatan kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi langkah antisipatif menghadapi dampak perubahan iklim global yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian serta stabilitas harga pangan.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan terhadap potensi fluktuasi harga pangan akibat perubahan iklim. Menurutnya, sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, Tulungagung perlu memperkuat strategi ketahanan pangan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

“Hasil pertanian yang tidak stabil akibat perubahan iklim dapat memicu fluktuasi harga dan memengaruhi perekonomian secara keseluruhan. Oleh karena itu, kita harus terus memperkuat ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan masyarakat,” ujar Ahmad Baharudin.

Untuk menjaga ketahanan pangan daerah, Pemkab Tulungagung menjalankan tiga strategi utama, yaitu:

  1. Peningkatan ketersediaan pangan, melalui pemberian bantuan sarana produksi (saprodi), pemanfaatan teknologi pertanian, perluasan lahan, serta penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dan lumbung pangan masyarakat.
  2. Peningkatan keterjangkauan pangan, melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah secara berkala guna memangkas rantai distribusi, mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung, serta mengendalikan inflasi.
  3. Peningkatan konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) melalui edukasi kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Berbagai upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, sebagian besar komoditas pangan di Kabupaten Tulungagung berada dalam kondisi surplus, sementara harga kebutuhan pokok relatif stabil.

Berdasarkan data terkini, tingkat inflasi tahunan (year-on-year) Kabupaten Tulungagung tercatat sebesar 2,23 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Timur sebesar 2,87 persen maupun inflasi nasional yang mencapai 2,88 persen.

Meski demikian, Ahmad Baharudin mengimbau seluruh perangkat daerah, para camat, dan seluruh pihak terkait agar tidak lengah. Sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasaran.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Ketua Pengadilan Negeri Tulungagung, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, pimpinan Bank Jatim dan BPR Tulungagung, pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung, serta jajaran Muspika Kecamatan Sumbergempol. (rat/diskominfotulungagung)

error: Content is protected !!