
Senin (18/7/2022) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tulungagung menggelar Pelatihan bagi pelaku Industri Kecil Mikro dan Menengah (IKM) kerajinan berbahan dasar kerang yang dilaksanakan di ruang pertemuan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), JL. RA. Kartini lingkup Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo yang juga selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulungagung.

Dalam laporannya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariyadi, M.Si yang juga sebagai Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini sebagai Inovasi dan kreasi agar tercipta produk kerajinan kekinian yang berbahan dasar kerang dan menjadi peluang usaha serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pelaku usaha kerajinan berbahan dasar kerang.
Pelatihan ini berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai hari Senin-Selasa, tanggal 18-19 Juli 2022, mulai pukul 09.00 WIB-selesai yang diikuti oleh 24 peserta pelaku IKM dengan menghadirkan narasumber Kus Sugiantoto selaku owner Kus Kus Handycraft.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah menggalakkan suatu kebijakan di bidang perekonomian melalui pengembangan ekonomi kreatif. Konsep ekonomi kreatif ini merupakan suatu kegiatan ekonomi yang muncul dari adanya ide-ide kreatif, inovasi, bakat maupun gagasan dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. hal ini bertujuan untuk mendorong pelaku UKM/IKM untuk maju dan berkembang sebagai salah satu penopang kekuatan ekonomi nasional. kuatnya UKM/IKM ini diharapkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi untuk mewujudkan ketahanan ekonomi ditengah persaingan global.

Melalui pelaksanaan program ekonomi kreatif, diharapkan mampu menciptakan kreasi-kreasi baru, inovasi-inovasi baru yang mampu bersaing dengan produk luar, yang mempunyai nilai tambahan/nilai ekonomi yang tinggi terhadap suatu produk. Berkembangnya ekonomi kreatif ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan ekonomi kreatif, diharapkan generasi muda tidak lagi berharap untuk menjadi pekerja di sektor formal, melainkan lebih terlatih untuk mengelola industri kreatif yang mandiri.
Salah satu ciri khas dari industri kreatif adalah keagamaan sosio-budaya dan kearifan lokal, yang diharapkan menjadi sumber inspirasi dalam melakukan pengembangan dan keragaman produk dari daerah. Sejalan dengan hal tersebut maka pemerintah kabupaten tulungagung, melalui dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten tulungagung juga mendukung tumbuh kembangnya ekonomi kreatif ; salah satunya yang saat ini dilaksanakan, yaitu pelatihan IKM kerajinan berbahan dasar kerang.

Bahan dasar kerang dipilih karena Kabupaten Tulungagung yang berbatasan dengan Samudra Hindia memiliki garis pantai sepanjang 61.470 km dengan potensi wilayah pesisir antara lain Molang, Dlodo, Sine, Ngelo, Gerangan, Brumbun, Popoh, Sidem, Klatak, Bayem, Gemah nan Nglarap. Dengan adanya kawasan pesisir pantai yang begitu luas tentunya banyak hasil tangkapan nelayan dan biota laut yang ditemukan dan dimanfaatkan untuk diproduksi oleh manusia. sudah barang tentu dari kegiatan tangkapan nelayan ini terdapat limbah yang ditinggalkan sehingga menimbulkan tumpukan sampah yang tidak bermanfaat. Kondisi inilah yang harus dicarikan solusinya yakni memanfaatkan limbah yang ada di pesisir pantai terutama kerang untuk dirubah menjadi produk industri kreatif berupa kerajinan yang bernilai tinggi, tentunya dengan pengembangan inovasi dan kreatifitas untuk menyulap “LIMBAH MENJADI BERKAH”.
Pemanfaatan material penunjang untuk membuat kerajinan kerang juga diusahakan berasal dari kekayaan alam kawasan sekitar yang ramah lingkungan baik berupa pasir pantai, bambu, maupun pelepah pisang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kondisi pandemi covid-19 saat ini sudah melandai, dengan harapan badai covid-19 akan segera berlalu, sehingga aktivitas dan kehidupan/kegiatan masyarakat berangsur-angsur menjadi normal. Kondisi ini diharapkan juga berdampak pada meningkatnya kegiatan di sektor pariwisata, yang pada saat pandemi benar-benar terpuruk.
Ny. Siyuk berharap geliat disektor pariwisata mulai terbuka lebar, masyarakat mulai memenuhi kebutuhan akan hiburan dan rekreasi, tentunya dengan tetap mematuhi dan menjaga protokol kesehatan dengan ketat.
Salah satu sektor pariwisata yang mulai dibuka adalah kawasan wisata pantai di Kabupaten Tulungagung. Situasi dan kondisi ini diharapakan menjadi peluang usaha yang sangat propestif dalam memasarkan.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta dapat meningkatkan daya kreativitas dan inovatif dalam mengembangkan usahanya, sehingga mampu menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, jelas Ny. Siyuk diakhir sambutannya.

Usai memberikan sambutan, Ny. Siyuk meninjau beberapa contoh produk kerajinan berbahan dasar kerang yang dipamerkan di lokasi pelatihan serta melihat peserta melaksanakan pelatihan yang dibimbing oleh narasumber.
Turut hadir pada acara ini, Unsur Ketua Bidang TP-PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Endang Gatut Sunu Wibowo, Ny. Yuni Sukaji; Unsur Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Suharmiati Bambang HS.; beserta unsur Pokja.











