
Senin, (5/6/2023), dalam rangka percepatan penurunan stunting tahun 2023, Kabupaten Tulungagung sebagai lokus penanganan stunting ditindaklanjuti oleh Pemerintah dengan melaksanakan Rembuk Stunting Kabupaten Tulungagung Tahun 2023 yang bertempat di Crown Victoria Hotel mulai pukul 09.00 WIB.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, Ketua TP PKK Kab. Tulungagung Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo, Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, Ketua DPRD Kab. Tulungagung Marsono, S.Sos, Koordinator Tim Bina Bangda Kemendagri Regional III, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kab. Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, Kepala Perangkat Daerah lingkup Kab. Tulungagung, serta Camat dan Kepala Desa khususnya Lokus Penanganan Stunting.

Kepala Bappeda melalui Sekretarisnya Rusdi, dalam laporannya menyampaikan, penanganan Stunting telah disusun berdasarkan Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 52 Tahun 2019 tentang Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi dan Keputusan Bupati Tulungagung Nomor: 188.45/43/013/2022 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tulungagung.
Lebih lanjut, Sekretaris Bappeda Rusdi mengungkapkan, bahwa hasil pelaksanaan aksi di Bulan Maret 2023 dilaporkan, jumlah anak stunting berdasarkan data Bulan Timbang Agustus 2022 sebanyak 2.214 balita, dengan jumlah prevalensi stunting sebesar 4,25 persen. Pada tahun 2023 telah ditetapkan 20 Desa yang tersebar di 13 kecamatan, sebagai lokasi fokus (lokus) penanganan stunting. Untuk tahun 2024, dengan memperhatikan jumlah kasus stunting, prevalensi stunting, dan tren peningkatan kasus stunting, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, rencana lokus bertambah sejumlah 20 Desa, diantaranya Desa Sukoanyar dan Desa Suwaluh Kecamatan Pakel, Desa Kaliwungu, Desa Ngunut, dan Desa Gilang Kecamatan Ngunut, Desa Besuki Kecamatan Besuki, Desa Bendo, Desa Tawing, Desa Sidomulyo, Desa Mojoarum, dan Desa Tiudan Kecamatan Gondang, Desa Junjung, Desa Wates, dan Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol, Desa Kedungcangkring Kecamatan Pagerwojo, Desa Tanen, Desa Ariyojeding, dan Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan, Desa Betak Kecamatan Kalidawir, Desa Campurdarat Kecamatan Campurdarat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung dalam paparannya menyampaikan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa salah satu masalah gizi yang menjadi isu strategis nasional saat ini adalah stunting. Data survei status gizi Indonesia tahun 2022 menyebutkan, angka stunting secara nasional saat ini mencapai 21,6%. Itu berarti satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi.
Ketua TP PKK Kab. Tulungagung Ny. Siyuk juga membeberkan, Pemerintah telah menargetkan menurunkan angka stunting hingga 14% di tahun 2024 untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas pada tahun 2045 dengan meningkatkan kualitas tumbuh kembangnya sejak masa dalam kandungan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM dalam sambutannya menyatakan, secara prevalensi, berdasarkan bulan timbang, angka stunting Tulungagung termasuk dalam kategori rendah dan terus menunjukkan tren yang positif yakni pada tahun 2022 sebesar 4,25%. Akan tetapi berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting mengalami peningkatan diantaranya disebabkan oleh kurang optimalnya kunjungan balita ke posyandu untuk dilakukan pengukuran dan penimbangan.

Untuk itu, Bupati Maryoto menghimbau kepada seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah termasuk Tim Penggerak PKK untuk melaksanakan aksi kreatif yang mengusung tema lokal dan menggerakkan masyarakat ke Posyandu agar kasus stunting dapat segera ditemukan dan ditangani sehingga target zero stunting di tahun 2030 dapat tercapai.
Bupati Maryoto juga berharap, Point terpenting, adalah bagaimana agar semua lapisan masyarakat terjangkau, terlayani dan meningkat kapasitasnya dalam penanggulangan stunting dan kemiskinan, seperti semangat SDGs yaitu No One Left Behind, oleh karena itu semangat keterpaduan/integrasi harus didorong. Serta output yang diharapkan dari Pelaksanan Rembuk Stunting adalah Komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Bupati Tulungagung, Wakil Bupati Tulungagung, dan Ketua DPRD Kab. Tulungagung.


Acara dilanjutkan dengan Penandatangan Komitmen Bersama Penurunan Stunting Kabupaten Tulungagung Tahun 2023 oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM bersama Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE dan Ketua DPRD Tulungagung Marsono, S.Sos, serta Ketua TP PKK Tulungagung Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo.











