
Kamis (02/06/2022), Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung (Dinkes) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Stunting melalui Pendampingan Ibu Hamil (BUMIL) Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan atau Anemia (PESUT DAMINI) dan Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi (BUMIL RESTI) bagi TP-PKK Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Tulungagung yang digelar di ruang Nakula, Barata Convention Hall Tulungagung yang mulai pada pukul 09.00 WIB.
Acara diawali dengan laporan panitia oleh Plt. Kabid. Kesehatan Masyarakat Dinkes Kab. Tulungagung, dr. Ana Herawati MMRS, dalam laporannya menyampaikan bahwa masalah yang dijumpai pada masa kehamilan adalah anemia gizi besi dan KEK. Selama proses kehamilan terjadi perpindahan zat-zat gizi dari tubuh ibu ke dalam tubuh janin melalui plasenta. Pertumbuhan janin dalam kandungan ibu sangat bergantung pada asupan zat gizi ibu. BUMIL yang menderita gizi kurang, terutama KEK berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, perkembangan intelektual, serta produktivitas di kemudian hari. Selain itu Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara yaitu 177 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2017 serta masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Di Jawa Timur AKI juga mengalami peningkatan dari 565 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2020 menjadi 1.279 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2021. Kabupaten Tulungagung pada tahun 2021 AKI mencapai 57 per 100.000 kelahiran hidup, yang berarti mengalami peningkatan apabila dibanding tahun 2020 sebesar 15 per 100.000 kelahiran hidup.

Berdasarkan laporan tahunan program gizi, prevalensi BUMIL KEK di Kab. Tulungagung cenderung mengalami peningkatan sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 yaitu 2,2 % tahun 2016, 3,4 % 2017, 4,0 % tahun 2018, 5,0% tahun 2019, 5,1 % pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 5,8 % pada tahun 2021 . Sementara itu, persentase BUMIL anemia tahun 2016 sebesar 1,8 %, pada tahun 2017 sebesar 6,5 %, 2018 sebesar 6,1 %, tahun 2019 sebesar 5,8 % , tahun 2020 sebesar 10,7 % dan tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 5,7 %. KEK dan anemia pada BUMIL merupakan salah satu penyebab bayi lahir rendah dan panjang badan < 48 cm. Bayi yang lahir dengan berat rendah dan panjang kurang dari normal, maka akan berisiko lebih tinggi mengalami stunting.
Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya KEK dan anemia dan AKI pada BUMIL, diantaranya kurangnya asupan zat gizi BUMIL akibat rendahnya pengetahuan BUMIL tentang makanan sehat dan bergizi, Preeklamsia, perdarahan, jantung dan infeksi ,serta masih minimnya peran lintas program dan lintas sektor dalam penanganan BUMIL KEK dan atau anemia serta AKI. Mengatasi masalah KEK dan atau anemia serta AKI berkaitan dengan penyebab masalah tersebut, maka perlu dilakukan adanya intervensi, salah satunya melalui pendampingan Bumil KEK dan atau anemia yang selanjutnya diberi nama PESUT DAMINI dan pendampingan BUMIL RESTI. Berdasarkan latar belakang dimaksud maka diselenggarakan sosialisasi kepada lintas sektor terkait, dalam hal ini TP PKK Kab. Tulungagung dan TP PKK Kecamatan se-Kab. Tulungagung.

Selanjutnya, tujuan umum dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang kegiatan PESUT DAMINI dan Pendampingan BUMIL RESTI dan tujuan khususnya sebagai berikut:
a. Meningkatkan pengetahuan peserta tentang stunting, penyebab dan cara pencegahannya.
b. Meningkatkan pengetahuan peserta tentang resiko tinggi dan pengenalan tanda bahaya pada kehamilan, persalinan dan masa nifas.
c. Memberikan gambaran kepada peserta tentang kegiatan PESUT DAMINI dan pendampingan BUMIL RESTI.
d. Meningkatkan pengetahuan peserta tentang pelaksanaan kegiatan PESUT DAMINI dan pendampingan BUMIL RESTI.

Peserta Sosialisasi PESUT DAMINI dan pendampingan BUMIL RESTI adalah TP-PKK Kabupaten dan Kecamatan sebanyak 29 orang, yang terdiri dari Sekretariat TP-PKK Kabupaten 2 orang; Pokja 1, 2, 3 dan 4 TP-PKK Kabupaten masing-masing 2 orang; serta Ketua TP-PKK Kecamatan 19 orang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa materi yang disosialisasikan pada acara ini adalah:
1 Stunting, KEK dan Anemia pada Kehamilan
2 Pencegahan Stunting melalui Pendampingan BUMIL KEK dan atau Anemia
3 BUMIL RESTI, Perawatan kehamilan, menjelang persalinan, setelah persalinan dan masa nifas di era pandemi dan Kegiatan Pendampingan BUMIL RESTI dengan narasumber dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Tulungagung, Lina Triwahyuningtyas, AMG dan Bekti Krisdyana, S.ST. serta Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr. Ana Herawati, MMRS., Plt. Kabid Kesmas.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo, sekaligus membuka acara tersebut. Dalam sambutannya Ny. Siyuk menyampaikan harapannya agar kasus BUMIL KEK, anemia serta angka kematian ibu dapat ditekan, beliau juga berharap agar peserta mengikuti acara ini dengan sungguh-sungguh serta berpartisipasi secara aktif mendukung program di lapangan bersama kader di wilayah masing-masing dengan berkoordinasi/berkolaborasi dengan lembaga terkait.
Pada akhir sambutan Ny. Siyuk juga berpesan kepada 19 Ketua TP-PKK Kecamatan dan khususnya kepada Ibu Camat yg baru utk segera berkoordinasi dg puskesmas dan kades setempat utk meningkatkan capaian vaksinasi bagi lansia, agar Kabupaten Tulungagung dapat mencapai PPKM level 1.

Usai sambutan dan pembukaan oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung, acara diteruskan dengan paparan materi dari narasumber yang diikuti dengan antusias oleh peserta.
Turut hadir pada acara ini, Ketua Bidang TP-PKK Kabupaten Tulungagung, yakni : Ketua Bidang Pembinaan
Karakter Keluarga, Ny. Endang Gatut Sunu;
Ketua Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Ny. Novi Marsono;
Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Pangan, Ny. Yuni Sukaji;
Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny. Supraptiningsih Eko Sugiono dan Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Tulungagung Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Ny. Suharmiyati Bambang HS.











