
Rabu, (12/10/2022), bertempat di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung, mulai pukul 08.00 WIB, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-77 Tahun 2022 dengan mengusung slogan “Optimis Jatim Bangkit”.


Sedangkan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. Turut hadir dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Siyuk Rihayati Maryoto Birowo, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Endang Retno Gatut Sunu Wibowo, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung beserta istri, para Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Tulungagung, serta Jajaran Perangkat Daerah lingkup Kabupaten Tulungagung melalui video conference.


Pasukan Upacara terdiri dari, 1 peleton TNI, 1 peleton POLRI, 2 peleton ASN, 1 pleton Pelajar SMA, 1 pleton Pramuka, dan 3 pleton Mahasiswa.

Selanjutnya, sambutan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM menyampaikan, pada Hari Jadi ke77 Provinsi Jawa Timur 12 Oktober tahun 2022 ini, mengajak seluruh warga Jawa Timur memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, sehingga saat ini jiwa dan raga kita berhasil bangkit dan memenangkan pertarungan besar menghadapi badai covid-19. Kini saatnya kita mengembangkan kembali daya inisiatif kita, daya kolaborasi kita dan daya inovasi kita ditengah zaman yang terus bergerak. Tiga karakter tersebut, yaitu karakter pembentuk daya cipta, diantaranya inovasi, kolaborasi dan inisiatif selanjutnya saya pendekkan sebagai karakter lKl (lnisiatif, Kolaborasi dan lnovasi).
Lebih lanjut disampaikan, Ketiga hal ini menjadi keharusan dalam semangat zaman saat ini, karena pergerakan gagasan, jasa, barang, perdagangan, data dan informasi antar kota, antar bangsa dan negara adalah keniscayaan umat manusia. Pada era ketika semua hal bergerak dan tidak ada yang diam, maka komunitas politik negara bangsa atau provinsi dan kota yang sanggup menyatu padukan inisiatif, kolaborasi dan inovasi sebagai daya cipta warganyalah yang dapat tetap hidup dan mengembangkan kehidupan ekonomi, politik dan sosial budayanya lebih manusiawi.
Dalam kesempatan Gubernur Jatim juga hendak menguraikan kerja-kerja kolaboratif dan prestatif yang telah dihasilkan oleh provinsi Jawa Timur dalam kerangka kerja Good Governance yang mendukung lahirnya lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya talentatalenta unggul di Jawa Timur. Dalam catatan BPS, selama periode Maret 2021 – Maret 2022 Provinsi Jatim dengan penurunan kemiskinan sebanyak 391.400 jiwa adalah Provinsi dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi di antara semua Provinsi di lndonesia.

Berdasarkan informasi, pertumbuhan ekonomi tumbuh inklusif, yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan menurunnya angka kemiskinan, pada periode Maret 2021 – Maret 2022 penurunan kemiskinan Nasional sebanyak 391.400 jiwa (28,3%), merupakan capaian penurunan tertinggi diantara semua provinsi di lndonesia.
Penurunan kemiskinan tersebut berseiring dengan meningkatnya status kemandirian desa dari tahun 2021 sebesar 697 Desa Mandiri menjadi 1.490 Desa Mandiri di tahun 2022, atau meningkat 113,77%, sekaligus zero desa tertinggal dan desa sangat tertinggal. Jumlah desa mandiri Jawa Timur merupakan yang tertinggi di lndonesia.
Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur terus dilakukan. Untuk membantu Penduduk Lanjut Usia dari Keluarga kurang mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan dalam bentuk Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus).
Untuk penyandang disabilitas berat dengan kategori kurang mampu, melalui Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan kepada 4.000 Penyandang Disabilitas sebesar Rp. 3.600.000 per tahun.
Kemudian untuk Program Pemberdayaan Usaha-Usaha Perempuan (Jatim Puspa). Bantuan yang diberikan sebesar Rp.2.500.000,- Per KPM dalam bentuk usaha ekonomi Produktif. Dalam upaya mendorong kelembagaan ekonomi desa, Pemerintah provinsi Jawa Timur hingga tahun 2021 telah memberikan bantuan permodalan kepada 300 BUMDesa.
Dalam upaya membantu masyarakat miskin dan rentan miskin dari dampak inflasi akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah provinsi Jawa Timur meluncurkan program perlindungan sosial dampak inflasi dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menganggarkan Rp 257 Miliar untuk program perlindungan sosial tersebut.
Berbagai pencapaian ini merupakan kinerja luar biasa yang dilakukan seluruh elemen strategis di Provinsi Jawa Timur serta kolaborasi yang baik dengan DPRD Provinsi Jatim dan seluruh pemangku kebijakan dan Forkopimda Jatim. Hanya dengan kekompakan dan soliditas bersama kita dapat bangkit dan berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik tantangan kesehatan dari ancaman virus corona yang sudah kita lampaui maupun problem kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem.











