
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memantau pelaksanaan vaksinasi melalui konferensi video, yang menghubungkan penyelenggara vaksinasi di 17 provinsi di Indonesia tersebut, sebagai kunci pengendalian Covid-19, terutama di tengah jumlah kasus varian Omicron yang saat ini tengah meningkat.
Bertepatan dengan Harlah NU ke-99 Polres Tulungagung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung juga melaksanakan kegiatan Vaksinasi Serentak Covid-19, yang bertempat di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pada hari Jum’at, (18/02/2022) mulai pukul 09.30 WIB.

Acara yang ditinjau secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo ini, juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE, didampingi Kapolres Tulungagung AKBP. Handono Subiakto, SH, SIK, MH, Komandan Kodim 0807 Tulungagung Letkol. Inf. Yoki Malinton Kurniafari, S.H., M.Tr.(Han)., M.I.Pol., Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag, serta Kepala Perangkat Daerah terkait.
Untuk menghindari kerumunan yang menyebabkan penularan, berbagai upaya dilakukan oleh panitia di lokasi acara. Mulai dari pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, pelibatan tenaga kesehatan dan tenaga medis secara besar-besaran, hingga pembagian pos vaksinasi menjadi 10 titik di Kampus UIN Tulungagung. Pihak penyelenggara sudah menargetkan sekitar 5.000 dosis vaksin.

Total tenaga medis dan tenaga kesehatan yang dilibatkan mencapai sekitar 100 orang, yang berasal dari berbagai fasilitas kesehatan di Tulungagung, mulai dari dinas kesehatan, puskesmas-puskesmas, rumah sakit pemerintah dan swasta, serta perguruan tinggi yang memiliki program studi ilmu kesehatan.
Adapun sasaran program vaksinasi ini adalah masyarakat umum dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, terutama diprioritaskan khusus untuk lansia, mengingat capaian vaksinasi lansia masih belum mencapai target yang telah ditentukan. Persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti vaksinasi ini antara lain, dengan membawa kartu vaksinasi bagi yang sudah vaksin, fotokopi KTP atau Kartu Keluarga.
Presiden RI Joko Widodo dalam penjelasannya, meminta pemerintah daerah untuk mempercepat vaksinasi dosis kedua dan juga dosis lanjutan atau booster. Presiden menekankan, akselerasi vaksinasi ini perlu dilakukan karena capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga di sejumlah daerah masih relatif rendah, dengan prosentase di bawah 60 persen.
Kepala Negara juga meminta agar pemberian vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia), yang memiliki risiko lebih besar jika terpapar Covid-19. Pada kesempatan itu, tak lupa Presiden Jokowi menyampaikan apreasiasi kepada semua komponen bangsa yang telah mendukung akselerasi vaksinasi di tanah air.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam laporannya menyampaikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi serentak kali ini dilakukan di 5.107 titik dan menyasar setidaknya 1,1 juta penduduk. Adapun vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm, CoronaVac, Johnson&Johnson, dan Sinovac. Sasaran vaksinasi hari ini adalah lansia, anak-anak, dan masyarakat umum, dengan melibatkan 63.112 vaksinator.
Kapolri menegaskan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan upaya percepatan vaksinasi bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, yang tujuannya demi terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.










