
Jumat,(12/08/2022), Dalam rangkaian kegiatan Jamasan Pusaka Kabupaten Tulungagung Tombak Kanjeng Kyai Upas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang bertempat di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung, Kelurahan Kepatihan Tulungagung mulai pukul 20.00 WIB.

Pagelaran Wayang Kulit ini merupakan puncak kegiatan Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas yang dipersebahkan untuk masyarakat umum dengan lelakon “Sesaji Rojo Suyo” dibawakan oleh Ki Dalang Marjuki Mardi Sabdo dari Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung.

Sebelum acara Pagelaran Wayang Kulit dimulai, acara dimeriahkan hiburan tari-tarian yang dibawakan oleh para penari yang tergabung dalam sanggar tari yang menjadi binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, yaitu penampilan tarian “jaran ngore” dari sanggar tari Siswo Budoyo pimpinan Ibu Fitri Balqis,S.Pd dari Desa Sobontoro dan tarian “gambyong mari kangen” dari sanggar tari Roso Sejati pimpinan Bapak Muji dari Kelurahan Kepatihan,Tulungagung.
Pagelaran Wayang Kulit pada malam ini turut dihadiri dari unsur Pemerintah Kelurahan Kepatihan, Keluarga Pringgo Koesoeman Pendopo Kanjengan Kepatihan, Budayawan dan para seniman serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Drs.Bambang Ermawan,M.Pd dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Suprihatin,SP, MM menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak dan kepada panitia khususnya yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit pada malam hari ini adalah puncak dari rangkaian kegiatan Jamasan Tombak “Kanjeng Kyai Upas” dan merupakan pilihan yang sangat tepat karena wayang kulit adalah jenis kesenian yang adiluhung sarat dengan tuntunan yang sangat berguna untuk mengedukasi generasi muda guna menerapkan nilai-nilai kehidupan seperti jiwa patriotisme, semangat rela berkorban, jiwa yang senantiasa bersyukur, rasa persatuan dan kesatuan, budaya gotong royong, norma dan etika masyarakat, kejujuran serta memiliki peran penting dan strategis dalam menyatukan seluruh perbedaan yang ada. Selain itu bahwa, dari kegiatan pagelaran wayang kulit saya harapkan bisa membentengi generasi muda dari serangan budaya asing dan bahaya serbuan narkoba dan seks bebas di kalangan generasi muda sehingga diharapkan tercipta generasi muda yang berpikiran dinamis, kreatif, praktis dan cerdas dalam menyikapi suatu permasalahan.
Seusai membacakan sambutan, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Suprihatin,SP,MM, berkenan menyerahkan “Gunungan” kepada Ki Dalang Marjuki Mardi Sabdo sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit malam ini.











