SANTAPAN ROHANI DALAM RANGKA BULAN RAMADHAN 1445 H / 2024 M

Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (2/4/2024), puluhan pegawai dilingkup pemerintah, TNI – POLRI dan PKK kabupaten tulungagung mengikuti santapan rohani ramadhan 1445 H. Hadir dalam acara ini, Pj. Bupati Tulungagung DR. Ir. Heru Suseno, MT beserta Jajaran Forkopimda Tulungagung, Organisasi Perangkat Daerah, dan Penceramah Ustadz Nur aini Saiku pengurus Muhammadiyah Tulungagung.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Tulungagung Heru Suseno menyampaikan, tidak terasa pada hari ini, kita telah memasuki 10 hari yang terakhir bulan Suci Ramadhan 1445 H / tahun 2024 yaitu hari yang ke 22. Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, tidak lupa saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa pada Bulan Ramadhan 1445 H/ tahun 2024, dan mari bulan Suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini, kita isi dengan amal ibadah yang dapat meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan kita semua.

Pada kesempatan ini Pj. Bupati Heru berharap, pada 10 hari terakhir ramadhan ini, mari kita jadikan puncak usaha umat Islam dalam ibadah, jika yang awalnya sebatas hatam Alquran, sekarang bagaimana hatam dan paham maknanya. Bisa meningkat ibadah, meningkat pencerahan di dalam diri. Itulah mengapa 10 hari terakhir Ramadhan disunnahkan itikaf, agar proses menuju tangga taqwa kian mudah untuk digapai, berusahalah semaksimal mungkin fokus dalam ibadah dan memutus sementara waktu dengan segala urusan keduniawian.

Selanjutnya pada 10 hari terakhir ramadhan ini, tantangan terberatnya adalah bagaimana menjadikan Ramadhan tetap hidup dalam rentang waktu 11 bulan ke depan, terutama setelah beberapa hari lepas dari Ramadhan, saat lebaran dan selanjutnya. Oleh karena itu, 10 hari terakhir Ramadhan inilah penentu, karena momentum tersebut adalah puncak dari tarbiyah diri, puncak dari jihad, puncak dari mujahadah. Tentu saja harus benar-benar dapat difokuskan dan dipertahankan. Inilah momentum pembebasan yang harus benar-benar diraih dalam bulan Ramadhan

Diakhir sambutannya, Pj. Bupati Tulungagung Heru Suseno berharapdengan ibadah yang telah kita laksanakan di bulan suci ini, kita dapat kembali menjadi seperti seorang bayi yang bersih dari dosa, dan tentunya semuanya itu sesuai dengan usaha kita selama bulan ini untuk meningkatkan ibadah kita.

Sementara itu Ustadz So’im Alkasih dalam ceramahnya mengingatkan, bahwa dalam 10 hari terakhir Ramadhan adalah momentum perpisahan, di mana segala perilaku yang positif di dalam diri, mesti tetap terjaga di luar Ramadhan. Segala amal shaleh yang dilakukan di bulan Ramadhan, juga terus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan diri dan keluarga sepanjang hayat. Kita juga harus bertindak sederhana dalam hidup termasuk dalam Ramadhan sebab biasanya Ramadhan orang-orang menghamburkan uang.

Dalam kesempatan ini Pj. Bupati Tulungagung juga menyerahkan bantuan kepada beberapa anak yatim di wilayah kabupaten Tulungagung.

error: Content is protected !!