RAKOR PENANGANAN COVID-19 DAN PMK

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tulungagung.  Rakor yang di gelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, dipimpin langsung oleh Bupati  Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, MM., pada Jum’at (29/7/2022), mulai 13.30 WIB.

Dalam paparannya Bupati menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 masih belum berakhir, untuk itu diharapkan kepada semua pihak untuk tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan.  Jumlah kasus harian Covid-19 di Kabupaten Tulungagung saat ini relatif dapat terkendali, sempat terjadi kenaikan pada awal bulan Juni 2022 namun terkendali.  Berdasarkan Data Nasional Pukul 16.00 WIB. tanggal 28 Juli 2022, Total Kasus Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sejumlah 10.488 kasus dengan penambahan 8 kasus baru, 16 kasus aktif, 10.186 sembuh, dengan sembuh baru 4 orang dan meninggal dunia 286 orang.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2022 seluruh wilayah kabupaten/kota se-Jawa Timur ditetapkan PPKM level 1, termasuk Kabupaten Tulungagung, namun demikian sasaran vaksinasi untuk lansia masih di bawah target dengan capaian 58,25% dari Target 60% dan Capaian Vaksinasi Booster masih 17,80% , untuk itu diperlukan rencana tindak lanjut, antara lain:

  1. Memperluas dan memudahkan akses pelayanan Vaksinasi Covid-19 dengan penyediaan layanan Booster di seluruh Fasyankes
  2. Pelayanan vaksinasi booster sesuai dengan ketersediaan vaksin di Kabupaten dengan tetap memperhatikan aturan regimen booster yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan
  3. Penyebarluasan Komunikasi, Informasi dan Edukasi melalui sosial media yang tersedia

Selanjutnya berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor : HK.02.02/C/3615/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster ke-2 bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan, untuk Kabupaten Tulungagung rencananya akan mulai dilaksanakan pada 29 Juli 2022, disesuaikan ketersediaan vaksin yang ada, dengan interval minimal 6 bulan dari booster pertama.

Untuk evaluasi kepulangan jamaah haji terdapat hasil PCR positif pada saat kepulangan sejumlah 2 orang dan setelah ditindaklanjuti pada PCR hari ke-6, 1 orang dinyatakan negatif dan 1 orang masih dalam proses pemeriksaan.  Rencana tindak lanjut terkait evaluasi kepulangan jamaah haji dilaksanakan dengan pemantauan Kesehatan jamaah haji sampai dengan hari ke-21 sejak kepulangan dan kewaspadaan dini terhadap penyakit menular pasca kepulangan antara lain mongkeypox, meningitis, H5N1 dan lain-lain.  Untuk diketahui bahwa jumlah total jamaah haji Kabupaten Tulungagung sejumlah 402 jamaah, 1 orang jamaah meninggal di tanah suci dan jumlah jamaah haji yang telah menerima vaksin booster Covid-19 sejumlah 393 jamaah (97,76%).

Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Pemerintah Provinsi Jawa Timur merencanakan kick off pelaksanaan BIAN mulai tanggal 2 Agustus 2022.  Untuk Kabupaten Tulungagung rencana kick off BIAN dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2022 di Balai Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru dengan total sasaran pemberian vaksinasi tambahan MR sejumlah 58.208 anak usia 9-59 bulan.

Terkait perkembangan PMK di Kabupaten Tulungagung, Bupati memaparkan bahwa jumlah wilayah yang tertular mencakup 18 Kecamatan, 121 desa.  Jumlah kasus PMK sampai dengan 27 Juli 2022 sebanyak 2.507 kasus terdiri atas sapi 2.480 ekor; kambing 26 ekor dan kerbau 1 ekor.

Adapun jumlah yang sembuh sebanyak 1.419 3kor (56,50%); dalam pengobatan/masih sakit sebanyak 961 ekor (38,33%); mati 67 ekor (2,67%) dan potong paksa sebanyak 60 ekor (2,39%).

Tindakan yang telah dilaksanakan dalam rangka pengendalian dan penanggulangan PMK dilakukan dengan pengobatan ternak tertular PMK; peningkatan biosecurity; penutupan sementara pasar hewan; komunikasi, informasi dan edukasi; pengawasan lalu lintas ternak melalui check point di Pojok Ngantru, Pakel ngantru, Rejotangan, Gondang dan Pagerwojo; serta pelaksanaan vaksinasi PMK tahap I.

Disampaikan bahwa vaksinasi PMK tahap I telah selesai dilaksanakan di 19 kecamatan dengan capaian 99,5 %, dengan rincian, alokasi vaksin PMK sejumlah 82.500 ekor, sudah tervaksinasi 82.085 ekor; jenis ternak yang divaksin, yaitu sapi sebanyak 75.385 ekor dan babi sebanyak 6.700 ekor.

Untuk vaksinasi PMK tahap II, pada 20 Juli 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan vaksin PMK kepada Kabupaten Tulungagung sejumlah 1.025 botol, masing-masing 200 ml, dialokasikan untuk 110.000 ekor ternak yang rentan PMK.  Adapun pelaksanaan vaksinasi PMK tahap II di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Tulungagung akan dimulai pada tanggal 1 Agustus 2022.

Selanjutnya terkait akselerasi pengananan Covid-19 dan PMK di Kabupaten Tulungagung Kepala Kepolisian Resor Tulungagung, AKBP. Eko Hartanto, S.I.K, M.H, menyampaikan agar penggunaan aplikasi peduli lindungi di tempat publik untuk diintensifkan kembali; bersinergi dalam meningkatkan vaksinasi Covid-19 dan PMK serta perlunya mendisiplinkan kembali terhadap masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan penggunaan masker, utamanya di tempat yang banyak aktifitas kerumunan dan apabila diperlukan dapat diaktifkan kembali operasi yustisi.  Hal senada juga disampaikan oleh Kasi. Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung bahwa jika diperlukan dapat diaktifkan kembali pelaksaan sidang di tempat maupun sidang virtual, mengingat terbatasnya personil kejaksaan. Lebih lanjut Kepala Staf Kodim 0807 Tulungagung berharap agar pelaksana teknis di lapangan untuk tetap semangat dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 maupun PMK dengan pendekatan humanis kepada masyarakat serta perlunya terus bersinergi dan berdiskusi apabila ditemukan kendala dalam pelaksanaan di lapangan guna mencari solusi yang terbaik.

Dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, MMRS menyampaikan bahwa terkait kepulangan jamaah haji Kabupaten Tulungagung tetap dilakukan pemantauan sampai dengan 21 hari sejak kepulangan untuk antisipasi kemungkinan penularan Covid-19 maupun penyakit menular lainnya dan dalam upaya mengejar capaian vaksinasi Covid-19 yang tertinggal, pada saat pelaksanaan BIAN akan tetap dibuka gerai vaksin Covid-19 di lokasi yang telah terjadwal serta perlunya sinergi dengan Forkopimcam se-Kabupaten Tulungagung dalam upaya menggerakkan anak usia 9-59 bulan di wilayahnya dalam rangka mensukseskan program BIAN.

Selanjutnya di akhir Rakor, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, Mulyanto, S.Pt, MM., melaporkan bahwa tenaga vaksinator PMK telah mencukupi, terutama dalam pelaksanaan vaksinasi PMK tahap II, dan dengan terlaksananya vaksinasi tahap I, sedikit demi sedkit produksi susu sapi di wilayah pagerwojo dan sendang telah mengalami peningkatan.

Turut hadir pada Rakor hari ini, Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, SE., Kepala Perangkat Daerah terkait , Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kabupaten Tulungagung, UPT Puskesmas se-Kabupaten Tulungagung serta UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) se-Kabupaten Tulungagung.

error: Content is protected !!